Festival Tahu Bojonegoro: Tanpa Pengawet
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Festival Tahu Bojonegoro: Tanpa Pengawet

Sebanyak 110 perajin tahu asal Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ikut memeriahkan ’Festival Tahu’ pada 18 September 2016 mendatang. Acara yang baru kali pertama digelar ini bertujuan untuk mengenalkan produk tahu tanpa pengawet kepada masyarakat luar daerah.

Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Kabupaten Bojonegoro Arifin, mengungkapkan, produksi tahu di desa setempat selama ini pemasarannya tidak hanya lokal, tapi juga ke luar kota, mulai Lamongan, Tuban, Gresik, Surabaya, bahkan juga Blora Jawa Tengah.

“Hanya saja masyarakat luar daerah belum tahu pasti desa penghasilnya,” kata Arifin di Bojonegoro, Rabu (14/9). “Karena itu, adanya festival ini agar masyarakat luar daerah tahu bahwa produk yang selama ini mereka berasal Desa Ledokkulon,” tambahnya.

Dalam festival itu, katanya, perajin akan membuat gunungan tahu dengan cara patungan. Ada sekitar 400 bak yang masing-masing berisi berkisar 200-300 tahu. Tahu-tahu itu akan disusun menjadi satu dengan cara ditempelkan sehingga menjadi sebuah gunungan.

“Soal tingginya masih diperhitungkan. Tapi gunungan itu berisi tahu yang ditempelkan dan pengunjung bisa mengambilnya secara gratis,” kata Arifin.

Ia menjelaskan, produksi tahu di desanya memiliki keunggulan dibandingkan produksi dari daerah lain daerah. Yakni, tanpa bahan pengawet.

“Itu sebabnya, perajin tidak bisa memenuhi permintaan berbagai pihak terkait produksi setempat dikembangkan menjadi keripik tahu. Kalau tanpa bahan pengawet dijadikan keripik hanya dalam dua hari sudah basi,” tuturnya.

Arifin menerangkan, warga di desanya juga memiliki produk unggulan lainnya yaitu ayam potong dan batu bata merah. “Program warga selanjutnya juga akan menggelar festival ayam potong dan festival batu bata merah,” ujarnya. (sak/ist)