Firna Larasati: Sang Anak Pemulung  Lulus Cumlaude Ilmu Politik Unes
PERISTIWA PROFIL

Firna Larasati: Sang Anak Pemulung Lulus Cumlaude Ilmu Politik Unes

Firna Larasati yang orangtuanya bekerja sebagai pemulung berhasil lulus sarjana Universitas Negeri Semarang pada 2016 dengan predikat cumlaude. Suasana haru tampak dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (27/7) lalu, ketika giliran nama gadis berusia 22 tahun itu dipanggil ke panggung untuk pemindahan tali toga.

Kedua orangtuanya, Misianto (47) dan Siti Siswati (45) yang menghadiri prosesi wisuda tak kuasa menahan air mata menyaksikan putri keduanya diwisuda dan menyandang gelar sarjana.

Bahkan, kisah keberhasilan Firna dengan IPK 3,77 itu juga dirangkum secara singkat dalam bentuk video yang diputar di sela-sela proses wisuda Unnes untuk memotivasi semangat mahasiswa-mahasiswa lainnya.

“Kuncinya ya prioritaskan waktu secara lebih optimal. Kapan saya harus belajar, kapan harus membantu orangtua, dan waktu berorganisasi. Saya bantu-bantu bapak juga di rumah,” katanya.

Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit, mendorong perempuan kelahiran Semarang, 1 September 1994, itu untuk bekerja membantu orangtuanya, di sela-sela kewajibannya belajar.

Saat waktu luang, Firna mengaku bekerja paruh waktu menjaga toko, termasuk pernah pula bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan, menyadari penghasilan orangtuanya yang juga pas-pasan.

Skripsinya tentang ‘Marketing Politik Pasangan Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu’ juga pernah menjadi juara pertama lomba penulisan tingkat provinsi.

Ibundanya juga bekerja membantu sang ayah mencari barang-barang rongsokan, selain sesekali ‘nyambi’ sebagai buruh cuci dan seterika, membantu menjaga agar dapur tetap bisa mengepul.

“Saya ingin jadi anak yang berbakti pada orangtua, amanah. Setelah ini, inginnya meneruskan ke National University of Singapore,” kata lulusan Ilmu Politik Unnes itu, dikutip Antara.

Gadis yang bercita-cita menjadi dosen itu termasuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi sehingga cukup membantunya berkuliah di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang kurang.

Sementara itu, Siti Siswati (45), ibunda Firna mengaku bangga anaknya bisa menyelesaikan studi dan menyandang gelar sarjana meski sebelumnya sempat tidak menyangka anaknya bisa kuliah.

“Alhamdulillah, Firna dapat beasiswa. Bapak kan hanya mencari rosok. Kadang sehari dapat 30 ribu. Malah, kadang sehari tidak dapat apa-apa,” katanya.

Warga RT 06/RW 01 Desa Karanggeneng, Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang itu berharap putrinya bisa sukses meraih apa yang dicita-citakannya, yakni menjadi dosen.

Keberhasilan Firna meraih cumlaude menggugah Hendrar Prihadi, Walikota Semarang mendatangi rumahnya di Karanggeng, Kelurahan Sumurejo, Gunungpati. Walikota datang ditemani Rektor Unes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Jumat (29/07).

Pria yang akrab disapa Hendi ini memuji pencapaian Firna. Ia menilai prestasi yang diraih Firna sangat membanggakan dan dapat menjadi inspirasi anak muda Semarang lainnya. “Keterbatasan ekonomi jangan sampai membuat kita putus asa. Sebaliknya, kita harus jadikan sebagai pelecut agar semakin berprestasi,” katanya di rumah Firna. (sak)