Gaet Turis, Gelar Sales Mission Diving di RRT
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Gaet Turis, Gelar Sales Mission Diving di RRT

Untuk menarik lebih banyak turis Tiongkok, Kemenpar menggelar Sales Mission Diving di sejumlah kota di RRT. Sales Mission Diving Tiongkok 2016 ini berlangsung di Dalian, Qingdao, dan Beijing akhir Agustus lalu.

“Pasar Tiongkok begitu penting bagi Indonesia. Selain merupakan salah satu fokus pasar pariwisata, mereka juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyumbang kunjungan wisman ke Indonesia,” ujar I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (13/9) lalu.

Pitana menjelaskan, Sales Mission Diving Tiongkok 2016 merupakan kegiatan promosi B2B yang bertujuan meningkatkan product knowledge dan penjualan paket wisata diving Indonesia ke pasar Tiongkok.

Kegiatan ini sekaligus sebagai lanjutan dari kegiatan sales mission sebelumnya yang dilaksanakan di kota Tianjin, Chongqing, dan Shanghai pada Maret lalu.

Program ‘Sales Mission Diving Tiongkok 2016’ meliputi media interview, press conference, update pariwisata diving Indonesia, table top (round robin), pertunjukan musik, pembagian suvenir dan doorprize, serta pelayanan informasi pariwisata Indonesia.

Pelaksanaan Sales Mission Diving Tiongkok 2016 disambut antusias para seller (industri pariwisata) dan buyer (dive operator, dive club, dan divers) yang menghadiri even tersebut. Tercatat kegiatan sales mission di Dalian mampu mempertemukan lima seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, dan APP Beijing) dengan 75 buyers sebagai peserta.

Pada sales mission di Qingdao, Kemenpar sukses mempertemukan enam seller, yakni, Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, APP Beijing, dan Silolona dengan 73 buyers.

Sementara kegiatan sales mission di Beijing berhasil mempertemukan lima Industri antara lain Cocotinos, Anantya, Aurora, APP Beijing, dan Silolona dengan 80 buyers.

Dalam kegiatan ini juga turut mengundang Gunawan Tjipto Adji selaku narasumber dan sekaligus Anggota Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar.

Pada setiap kesempatan itu, Gunawan Tjipto Adji menyampaikan gambaran umum tentang Indonesia. Dalam paparan bertajuk ‘Discovering Indonesia’, Gunawan berbagi strategi menggaet lebih banyak turis Tiongkok.

”Antara lain dengan peningkatan infrastruktur bandara di berbagai provinsi di Indonesia, kebijakan bebas visa bagi Wisman Tiongkok, dan masuk dalam kawasan Coral Triangle Area yang menjadikan laut Indonesia memiliki keberagaman spesies bawah laut,” tutur Gunawan.

Selain itu, ia juga memperkenalkan 10 destinasi diving di Indonesia, seperti Bali, Lombok, Komodo, Alor, Derawan, Wakatobi, Togean, Ambon, Banda dan Raja Ampat.

Pihak air transportation juga menginformasikan bahwa saat ini sudah ada penerbangan regular Lion Air dari beberapa kota di Tiongkok ke Manado, serta informasi mengenai Charter Flight dari beberapa maskapai seperti Citilink dan Sriwijaya Air.

Tak ketinggalan informasi mengenai perolehan ‘The Best Resort Hotel in The World’ yang diperoleh Nihiwatu Resort.

Melalui Sales Mission Diving Tiongkok 2016, diprediksi dapat mendatangkan 90 total calon wisman China dengan potensial transaksi sekitar Rp 2,6 miliar.

Ini menunjukan peluang menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki minat khusus wisata diving datang ke Indonesia juga cukup besar. Untuk itu promosi rutin dan informasi yang tepat sasaran terus dilakukan, apalagi masih sedikit wisatawan Tiongkok yang mengetahui tempat-tempat diving di Indonesia. (sak)