Ganti Untung Tanah Pelabuhan Patimban
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ganti Untung Tanah Pelabuhan Patimban

Sebagai tindak lanjut pembangunan pelabuhan laut di wilayah Jawa Barat yang nantinya akan terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Kementerian Perhubungan saat ini tengah membangun Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Kepelabuhanan Mauritz Sibarani dan Pemda setempat meninjau langsung lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban, minggu lalu.

Dalam pembangunan Pelabuhan Patimban ini nantinya Pemerintah Indonesia akan bekerjasama dengan Pemerintah Jepang. Menhub Budi menilai pembangunan pelabuhan ini merupakan suatu rencana besar yang harus ditunjang berbagai hal.

“Hal ini suatu rencana besar satu sisi harus ditunjang berbagai hal, pelabuhan ini tidak akan terlaksana tanpa ada dukungan dari berbagai pihak seperti Kementerian BUMN serta unsur pemerintah daerah,” ujar Menhub.

Soal pembebasan tanah masyarakat yang terkena dampak pembangunan Pelabuhan Patimban, Menhub mengatakan bahwa akan menggunakan mekanisme tanah ganti untung.

“Soal tanah jangan ada calo karena kita akan menggunalan mekanisme tanah yang ganti untung, kami mohon dukungan Pemerintah Daerah agar prosesnya nanti berjalan baik,” kata Menhub.

Terkait pembiayaan, pembangunan Pelabuhan Patimban ini dibangun dengan pembiayaan dari APBN, APBD, maupun bantuan Luar Negeri. Dikatakan Menhub, proses pembangunan Pelabuhan Patimban ditargetkan akan selesai secara keseluruhan pada tahun 2027. Namun diharapkan pada tahun 2019 sudah dapat dioperasikan.

“2019 kita pastikan ada fungsi tertentu yang bisa dilakukan, saya ingin tahun 2019 sudah ada kapal yang bisa bersandar disini secara bertahap,” tegas Menhub. Menhub menambahkan dengan adanya suatu tujuan yang sinergis antar berbagai pihak maka proses ini akan berjalan dengan baik. (sak)