Gloria: Duta Pemuda Pelajar Kemenpora
PERISTIWA PROFIL

Gloria: Duta Pemuda Pelajar Kemenpora

Masih ingat nama Gloria? Pada hari Rabu (12/10) pagi, Menpora Imam Nahrawi mengunjungi SMA Islam Dian Didaktika di Cinere-Depok. Kehadiran Menpora untuk menyerahkan langsung SK Menpora No 82 Thn 2016 tentang Penunjukkan dan Pengangkatan Duta Pemuda Pelajar Kemenpora tahun 2016 kepada Gloria Natapradja Hamel.

Dalam kunjungannya, Menpora didampingi Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Staf Khusus Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin dan Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan.

“Penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda Pelajar Kemenpora adalah karena dia memberikan inspirasi dan pengaruh kepada para pemuda dan pelajar dalam keteladanan dan rasa nasionalisme yang tinggi,” ujar Menpora.

“Gloria adalah cermin dari hasil pendidikan sekolah yang baik, inilah karakter pemuda masa depan yang kita harapkan, dengan integritas yang tinggi dia menunjukkan kepada pemuda dan pelajar rasa patriotisme dan nasionalisme yang sejatinya harus dimiliki oleh anak-anak muda bangsa ini,” lanjut Imam.

Menpora mengharapkan dengan penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda pelajar ini dapat memotivasi anak-anak muda di Indonesia. “Dibalik kegagalan ada hikmah, dan ada sukses yang tertunda, saya berharap Gloria dapat mendorong teman-temannya untuk selalu berfikir positif dan berbuat yang terbaik,” tutup Imam.

Sebelumnya Ketua Yayasan Dian Didaktika Nunuk Murdiati Sulastomo menyampaikan rasa bangga kepada Gloria Natapradja Hamel yang telah dipilih oleh Menpora Imam Nahrawi menjadi Duta Menpora.

“Hal ini merupakaan kebanggaan bagi sekolah kami, biarpun Gloria tidak ikut dalam pengibaran bendera di Istana Negara Jakarta, tapi dia tetap sabar dan menunjukkan kedewasaan dan kematangannya bahwa hal itu bukanlah akhir dari segalannya, ” ujar Nunuk.

Pada 17 Agustus 2016 lalu, nama Gloria muncul ke permukaan. Gadis itu dicoret dari daftar anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Hari Kemerdekaan RI ke 71 di Istana Merdeka. Bukan karena melakukan kesalahan. Namun Gloria tersandung masalah kewarganegaraan. Dia telah memegang paspor Prancis.

Padahal gadis blasteran Prancis-Indonesia telah melewati proses seleksi dan latihan ketat sejak dari tingkat kabupaten/kota. Gloria bahkan berhasil masuk ke dalam 68 peserta Paskibraka Nasional mewakili Provinsi Jawa Barat. Namun, pada detik-detik terakhir akan menunaikan tugas dalam upacara HUT ke-71 RI di Istana Kepresidenan, langkah Gloria kandas.

Namun Gloria tak putus asa dan tetap bersemangat. Dia juga sudah membulatkan bakal tetap menjadi WNI. Sebab selama ini dirinya tak pernah tahu soal status kewarganegaraannya. Simpati publik muncul dan berempati terhadap nasib Gloria.

Hal itu ternyata sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Pada perayaan HUT ke-71 Republik Indonesia, Jokowi memanggilnya ke Istana Kepresidenan yang berujung pada diperbolehkannya ia bergabung ke prosesi penurunan bendera.

Gloria menunjukkan karakter tidak menyerah dan tidak menyalahkan siapa pun dalam kasus kewarganegaraannya sehingga patut diapresiasi dengan pemberian izin ikut prosesi penurunan bendera. Bahkan kemudian Menpora berinisiatif menjadikan Gloria sebagai role model pemuda Indonesia. (sak)