Google Saja Hargai Wayang Golek
PERISTIWA SENI BUDAYA

Google Saja Hargai Wayang Golek

Pada Sabtu (3/9) lalu, jika masih ingat saat membuka mesin pencari Google maka akan menemukan dua tokoh pewayangan, Semar dan Cepot, dalam gaya wayang golek.

Semar dalam Google Doodle tersebut digambarkan sebagai tokoh berperut buncit, wajah putih, memakai sarung motif kotak-kotak, dan memiliki kuncung.

Sementara itu, Cepot digambarkan sebagai tokoh berkulit merah. Di latar belakang, terlihat sang dalang yang menggunakan tutup kepala blangkon.

“Bagus sekali Google memperingati Abah Asep. Jasa beliau harus dihargai. Beliau mengenalkan wayang golek sampai dunia internasional,” kata Abdi Sidik Gantina di sela pesta rakyat HUT Jawa Barat De Syukron, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, pekan lalu.

Abdi Sidik Gantina berharap peringatan hari lahir Asep Sunandar Sunarya oleh Google dapat menarik minat generasi muda untuk mencintai kesenian wayang golek. Sejauh ini, kata dia, minat generasi muda pada kesenian wayang golek cenderung menurun. Anak muda lebih menggemari sinetron daripada wayang golek.

“Dengan diperingati Google, mudah-mudahan generasi muda sadar pentingnya. Daripada nonton sinetron terus mending wayang golek,” kata pria kelahiran Bandung ini. Ia berharap kesenian wayang golek terkenal hingga dunia internasional. “Kalau bisa mah wayang golek sampai mendunia,” katanya.

Bukan tanpa alasan Google menayangkan kedua tokoh pewayangan itu. Doodle Semar dan Cepot itu dipersembahkan untuk memperingati hari ulang tahun sang dalang, Asep Sunandar Sunarya. Sang dalang dikenal sebagai seorang pria yang semasa hidupnya dikenal sebagai maestro wayang golek.

“Asep Sunandar telah menghibur penonton selama bertahun-tahun dengan penampilannya, dari malam hingga menjelang pagi. Hari ini, Google Doodle kami menampilkan Sunandar bersama dua wayang goleknya. Selamat ulang tahun, Asep Sunandar,” tulis Google.

Sejak kecil Abdi Sidik Gantina menyukai wayang golek dengan dalang Asep Sunandar Sunarya. Baginya, Asep Sunandar Sunarya berhasil membuat wayang golek disukai banyak kalangan. Asep Sunandar Sunarya memiliki banyak kelebihan mulai dari menggerakan wayang hingga menonjolkan karakter si Cepot yang khas.

Abdi Sidik Gantina sendiri mengoleksi wayang golek. Saat ini ia punya sembilan wayang golek antara lain tokoh Kresna, Cepot, Semar, Dawala/petruk, Rahwana dan anak buahnya. Semuanya dipakang di tengah rumahnya di Kota Cimahi.

Harga satu wayang yang ia koleksi mencapai Rp 600 ribu. Alasan mengoleksi tokoh wayang golek tidak lain karena kecintaannya pada wayang. “Alasannya karena hati saja, sulit diungkapkan. Saya sudah suka wayang sejak kecil. Punya koleksi wayang di rumah rasanya mewah dan megah,” kata pria yang sehari-hari jualan ayam tepung di Cimahi.

Asep Sunandar Sunarya lahir di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung 3 September 1955. Maestro wayang golek ini meninggal 31 Maret 2014. (sak)