Gratis, Solo City Jazz 2016 Bakal Heboh
HIBURAN PERISTIWA

Gratis, Solo City Jazz 2016 Bakal Heboh

Mau mendengarkan alunan musik Jazz berbobot? Dibalut dengan tradisi budaya khas Indonesia? Pilihannya adalah Solo City Jazz (SCJ). Even musik itu akan menampilkan deretan musisi nasional pada 30 September hingga 1 Oktober 2016 di Taman Balekambang, Solo. Acara ini gratis untuk siapa saja. Dipersembahkan C-pro Production didukung Pemkot Solo dan Mataya Art & Heritage.

”Kami sudah berkoordinasi dengan panitia bahwa Solo City Jazz ini sebagai ajang yang ditunggu-tunggu masyarakat Solo dan mereka siap memberikan tontonan musik menarik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Surakarta, Eny Tyasni Suzana kepada media di Solo, Rabu (21/9). Ini bagian dari event pariwisata Solo untuk menghebohkan Balekambang.

Selain menghadirkan artis Ibukota, acara ini juga menampilkan musisi lokal dan seniman Solo sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya. ”Jadi dikombinasikan,” ujar Eny. Dalam dua hari pertunjukkan yang meriah, bisa menikmati alunan musik dan suara dari Tompi, Frau, Seroja, B’Fuzz, Kua Etnika feat Trie Utami, Solo Jazz Society, Galih Naga Seno, Ligro, Jungkat Jungkit dan masih banyak lagi.

Sesuai tema tahun ini ‘Jazz Up Heritage’, Solo City Jazz dikemas dengan citarasa Solo yang ngelaras, ngangeni dan memasukan banyak unsur budaya di dalamnya. Pengisi acara dan musisi yang tampil nanti akan menggunakan batik, juga memadukan alat musik modern dengan alat musik tradisional.

Acara ini telah hadir sejak 2009 sebagai alternatif tontonan yang menghibur dan menginspirasi pemuda menjadi insan kreatif. Ini merupakan tahun ke-7 karena Solo City Jazz 2010 absen terkait musibah meletusnya Gunung Merapi. Bila sebelumnya diselenggarakan Desember, mulai 2011 Solo City Jazz dipindah ke September untuk menghindari curah hujan yang tergolong banyak.

”Acara ini juga bisa memberi kesadaran melestarikan karya budaya bangsa, serta merupakan kendaraan mempromosikan Indonesia khususnya Kota Solo ke mancanegara,” kata wanita berwajah cantik ini.

Untuk memaksimalkan upaya maka sebelum Solo City Jazz 2016 berlangsung, penyelenggara sudah mengadakan kegiatan pre-event di berbagai tempat di Solo.

Tahun ini SCJ tampil hanya dengan 1 (satu) panggung besar dan tetap diadakan 2 (dua) hari. Pemilihan tanggal disesuaikan kalender event Pemkot Solo. Group yang tampil tahun ini adalah B’Fuzz, group fusion Jazz dari Solo yang sudah teruji kepiawaiannya menjajal panggung talent Stage SCJ tahun lalu.

Ada pula Michelle Kuhnle, dara Solo yang punya ayah Jerman ini akan menunjukan kebolehannya di hari pertama. Selain itu, Galih Naga Seno dan kawan-kawan tampil membawakan komposisi ciptaannya sendiri menggunakan macam-macam alat tetabuhan. Masih dihari pertama ada Seroja Ethnic Project asal Pekalongan, memberi sentuhan Jazz Arab yang unik.

Malam kedua diisi Izanael, penyanyi belia yang juga gitaris berbakat akan tampil bersama groupnya. Selain itu tampil Aditya Ong Quartet, salah satu dedengkot Jazz Solo yang juga merupakan penggagas Solo Jazz Society.

Lalu ada juga yang datang dari Eropa, lahir di Spanyol dan tinggal di Belanda dia adalah Rodrigo Parejo Mateos. Rodrigio berkolaborasi dengan gitaris muda usia Bandung yang namanya sudah cukup dikenal Tesla Manaf. Mereka berjanji tampil all out dan akan memberi kejutan. Sebagai penutup sekaligus puncak acara dari 2 (dua) hari perhelatan SCJ adalah Dokter Tompi. (sak)