Gus Ipul Jenguk Balita Tanpa Anus
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Gus Ipul Jenguk Balita Tanpa Anus

Usai membuka acara Sosialisasi Pembinaan Keuangan Mikro Koperasi Wanita dalam rangka mendukung Program Inklusi Keuangan di Jatim di pendopo Kabupaten Jember, Selasa (20/9), Wakil Gubernur Jawa timur Drs H Saifullah Yusuf bergegas melanjutkan kunjungan ke dua tempat.

Pertama di Dusun Gararahan Kidul Desa Sidomulyu Kecamatan Silo yang jaraknya sekitar 40 kilometer lebih untuk melihat dari dekat kondisi balita yang bernama Nia Ayu Wulandari yang menderita sakit atrsia ani alias tidak memiliki anus.

Setelah mengetahyui kondisi balita, Gus Ipul, panggilan akrab Wagub Jatim itu dengan didampingi Wabub Jember Drs KH Abd Mukid Arif langsung memutuskan saat ini juga balita dibawa ke RSUD Soebandi Jember untuk dilakukan perawatan serta operasi pembuatan anus.

Menurut Gus Ipul, balita agar segera dibawa ke rumah sakit dan diberikan perawatan sebaik mungkin untuk mengurangi rasa sakit. Untuk masalah biaya itu dipikirkan kemudian. “Disini ada Pemkab dan Pemprov serta ada BPJS. Jadi apapun masalahnya itu bisa diatasi asal ada kordinasi dan laporan dari bawah,” ujar Gus Ipul.

Balita perempuan malang berumur 2 tahun itu harus menderita kesulitan buang air dan kotoran karena harus lewat perut depannya menggunakan selang bantuan.

Dirinya mengalami hal itu sejak lahir, saat masih serumah dan kedua orangtuanya masih lengkap. Nia juga sempat menderita bibir sumbing, beruntung ada program operasi gratis yang dia ikuti, sehingga bentuk bibir yang awalnya terlihat tak normal, sekarang mulai membaik.

Hal yang paling dikeluhkan keluarga adalah ketika Nia Ayu mau buang air dan kotoran, orangtua seringkali menangis dan susah. “Nia Ayu harus minum obat khusus dulu sebelum makan, kalau tidak kotorannya akan mengental, akibatnya susah keluar karena saluran selang yang dipakai kecil, kalau konsumsi obat kotoran akan mencair,“ tutur Agustin Ibunya.

Menurut Agustin, dirinya harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat setiap saat ke apotik di Kecamatan Kalisat, dengan harga Rp 100 ribu setiap minggunya. Penderitaan Nia makin lengkap saat kedua orangtuanya memutuskan bercerai, sehingga terpaksa tinggal bersama kakek dan nenek di gubug sederhana wilayah perkebunan sidomulyo.

Tempat kedua, Gus Ipul meninjau bhakti sosial Operasi Katarak gratis di RS Bina Sehat Jember serta Poli Klinik Penanganan Kanker. Operasi katarak gratis kepoada 15 orang yang kondisinya kurang mampu yang ada diwilayah Jember. (sak)