Hacksprint Menuju 1000 Startup Digital
KOMUNITAS PERISTIWA

Hacksprint Menuju 1000 Startup Digital

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2016 memasuki tahap ketiga yakni Hackathon. Kali ini dilaksanakan dengan metode karya anak bangsa yaitu Hacksprint. Sebanyak 53 tim yang terdiri dari anak muda ikut dalam acara yang berlangsung di Ruang Anantakupa, Kementerian Kominfo, Jakarta, Sabtu (8/10).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada acara Pembukaan Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, menyatakan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh peserta yang akan menjadi bagian dari 1000 Startup Digital.

“Saya bangga dan bahagia semakin banyak anak muda Indonesia menggeluti acara seperti ini. Terutama dunia digital umumnya, khususnya kegiatan 1000 Startup Digital ini. Kita sudah memasuki tahap Hackathon dan sekarang mengggunakan Hacksprint,” tuturnya.

Menkominfo Rudiantara mengapresiasi Hacksprint sebagai metode baru yang digunakan dan menyarankan agar segera didaftarkan pada Ditjen HAKI Kemenkum HAM supaya tidak diambil atau diakui pihak-pihak lain.

Menteri Rudiantara mengharapkan melalui kegiatan ini akan banyak lahir anak muda yang memiliki dan menjalankan startup digital. Tidak bisa tidak, negara bisa maju apabila cepat mengadopsi perkembangan atau dinamika akibat digitalisasi ini.

Dan biasanya orang-orang muda yang lebih tanggap terhadap digitalisasi ini. Kegiatan ini akan memasuki fase selanjutnya antara lain inkubasi dan akselarasi yang pada akhirnya nanti menghasilkan startup pada 2020 mendatang. “Dan saya mengharapkan lebih dari satu,” harapnya.

Menkominfo menjelaskan secara singkat isu yang menjadi perhatian dalam Penyusunan Peta Jalan e-Commerce Indonesia (Roadmap e-commerce).

”Roadmap e-commerce akan mengusung isu penting seperti mengambangkan SDM atau talent. Contohnya Tokopedia dan startup lain menggunakan tenaga India. Kenapa kita tidak pakai tenaga Indonesia? (Itu) karena masih sangat terbatas,” ujar Rudiantara.

Menkominfo kembali menambahkan isu lainya yaitu funding yang akan disiapkan pemerintah. “Pemerintah menyiapkan fund dimana pada akhir 2017 dialokasikan untuk support perkembangan digitalisasi. Pemerintah bisa bertindak sebagai investor yang memberikan shift capital dan angkanya pasti akan cukup besar,” ujarnya.

Hal lain yang disampaikan adalah masalah pajak. “Pajak nantinya seperti apa. Kebetulan ada kasus Google yang harus bayar pajak. Saya akan dorong harus bayar pajak, harus ada kesetaraan. Masa yang OTT nasional bayar pajak, namun yang asing tidak bayar pajak? Namun ini prosesnya nanti dimudahkan caranya,” tandasnya.

Untuk aspek infrastruktur komunikasi juga menjadi perhatian pemerintah. Hal itu dilakukan dengan terus membangun jaringan telekomunikasi melalui Proyek Palapa Ring sehingga terjadi pemerataan jaringan di seluruh wilayah Indonesia. “Isu besar lainnya adalah Cyber Security,” tuturnya.

Pada akhir sambutan Menkominfo Rudiantara menekankan perlunya memiliki problem definition apabila akan mengembangkan aplikasi. “Karena tanpa hal ini tidak berarti sama sekali dan tidak bisa bermanfaat banyak,” pungkasnya.

Chief Executif KIBAR dan Penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Yansen Sukamto menuturkan tahap Hackathon merupakan langkah awal bagi setiap tim untuk mulai membangun karya.

“Diawali dengan membentuk tim dengan komposisi keahlian yang berbeda agar saling melengkapi skill yang dibutuhkan dan ditenagai dengan tujuan sama untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujarnya. (sak)