Happy Ending Gloria di Paskibraka
PERISTIWA PROFIL

Happy Ending Gloria di Paskibraka

Usai memimpin upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-71 Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla mendadak memanggil Gloria Natapradja Hamel. Anggota Paskibraka yang gagal bertugas karena berpaspor Perancis, ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8) siang.

Dalam kesempatan itu, Presiden dan Wakil Presiden memberitahu Gloria kalau dirinya dapat bergabung dengan rekan-rekan Paskibraka lainnya dalam upacara penurunan bendera Rabu (17/8) sore.

“Bangga banget, ahirnya perjuangan kita membuahkan hasil yang baik,” ujar Gloria yang ditemui para jurnalis usai pertemuan tersebut.

Gloria menambahkan, dalam kesempatan tersebut selain memberikan izin untuk turut bertugas, Jokowi juga memberikan semangat kepada dirinya.

Kepada dara yang lahir 1 Januari 2000 tersebut, Jokowi berpesan agar terus memelihara semangat dan bersabar. Baginya, ia akan memperoleh hasil terbaik dengan bersabar dan pantang menyerah.

“Jangan pernah patah semangat, pasti dibalik semua kegagalan itu ada caranya kita bangkit lagi, itu yang paling penting. Dan untuk saat ini, jika orang bersabar, pasti dia akan mendapatkan yang terbaik,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan alasan Jokowi memberikan izin bagi Gloria turut bertugas.

Keputusan tersebut, menurut Seskab, diambil setelah mempertimbangkan rasa nasionalisme yang ditunjukkan Gloria. Melalui surat yang ditulisnya, Gloria menyatakan dirinya memilih menjadi WNI.

“Melihat nasionalisme Gloria, keinginannya, kecintaannya, dan juga kalau lihat bagaimana akhirnya kemudian dia tetap berharap. Menurut saya karena ini masih anak yang tumbuh dan negara juga memberikan ruang untuk itu,” kata Pramono di Kompleks Istana Merdeka.

Sementara Menpora Imam Nahrawi yang memang sebelumnya mengusahakan Gloria dapat bergabung dalam tim Paskibraka bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Wakil Presiden. “Terima kasih Pak Presiden @jokowi Pak Wapres @Pak_JK yg telah mengizinkan Gloria bergabung sore ini di Paskibraka,” kata Imam melalui akun twitternya.

Usai Saksikan TV
Selama upacara belangsung, hanya bisa menyaksikan teman-teman Paskibraka mengibarkan Sang Merah Putih di televisi di Wisma Negara lantai 3. Gloria yang sudah terpilih menjasi Paskibraka itu batal menjadi petugas Paskibraka karena memiliki paspor Prancis.

Namun usai menonton upacara bendera, tiba-tiba Komandan Kompleks Istana mencari-cari Gloria. Belum diketahui alasan Gloria dipanggil.

“Gloria dimana? Gloria dimana? Dia dicari Presiden, suruh ketemu,” kata seorang komandan kompleks Istana kepada para petugas kompleks Istana.

Gloria saat itu dihampiri rekan-rekannya Paskibraka, mereka terlihat saling berpelukan. Gloria pun menangis. Setelah itu, Gloria bersama rekan-rekan Paskibraka menuju Istana Merdeka. Hingga pukul 11.45 WIB, Gloria masih berada di Istana Merdeka.

Sebelumnya saat ditanya soal kelanjutan nasibnya, Gloria mengatakan akan ada kejutan. “Let’s see nanti sore, you will see the surprise. Cari tahu sendiri saja nanti sore,” katanya berteka-teki.

Kedewasaan Gloria menghormati proses hukum di Indonesia yang membuat mimpinya menjadi Paskibraka pupus banyak diacungi jempol. Gloria saat bersama Menpora Imam Nahrawi, Selasa (16/8) sore mengatakan apa yang dialami ini bagian dari proses pembelajaran dirinya menjadi dewasa untuk Indonesia.

“Saya banyak belajar dari masalah ini, saya bangga telah menjadi anggota Paskibraka. Meskipun saya tidak melanjutkan bersama teman-teman mengibarkan sang saka Merah Putih, tapi selama mengikuti proses karantina menjadi, saya banyak belajar mendapatkan ilmu yang berharga. Jika dikatakan sedih, saya pasti sedih. Tapi ini adalah titik balik bagi saya untuk bangkit. Berkat Pak Menteri saya ingin bangkit lagi,” kata Gloria.

Menpora Imam Nahrawi merasa bangga dengan kedewasaan dan sikap yang diterima Gloria menyikapi masalah ini. “Gloria sudah mengajarkan kita bagaimana seorang pemuda dan pemudi yang tidak boleh berhenti bermimpi ketika mendapatkan masalah. Kita tetap berusaha yang terbaik untuk Gloria,” kata Menpora.

Duta Kemenpora
Saat itu Imam Nahrawi mengangkat Gloria menjadi Duta Kemenpora karena terkesan atas sikapnya. “Kami memutuskan menjadikan Gloria menjadi duta Kemenpora karena bagi saya dia adalah seorang yang berkarakter dan mempunyai keinginan yang kuat untuk mengejar cita-cita,” kata Imam.

Imam menyebut Gloria kemungkinan tertekan secara psikis namun masih menunjukkan semangat yang tinggi untuk terus maju menggapai cita-citanya.

“Semangat ini yang mau saya bagikan untuk anak muda Indonesia lewat duta Kemenpora agar mereka hebat, punya karakter, punya watak, dan menggapai cita-cita setinggi langit,” tuturnya.

Gloria menyatakan dirinya siap jika dipercaya memegang amanah menjadi duta Kemenpora. “Pak menteri menawarkan jadi duta Kemenpora ini adalah amanah, jika itu untuk membangkitkan semangat Indonesia saya siap,” ujar Gloria.

Gloria bersekolah di SMA Islam Dian Didaktika Cinere, Depok. Putri pasangan Didier Hamel dan Ira Natapradja. Gloria merupakan anak dari hasil pernikahan campuran dari Ibu seorang WNI dan ayah yang Perancis.

Analis Kebijakan Perlindungan Anak Hadi Utomo menilai status kewarganegaraan Gloria tidak perlu dipersoalkan, berdasarkan Pasal 4 d UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, Gloria sah sebagai WNI.

“Setelah berusia 18 tahun, dia boleh memilih WNI atau WNA Prancis pada Pasal 6 dan diberi waktu selama tiga tahun, lalu kenapa harus dipersoalkan,” kata Hadi Utomo melalui pernyataan tertulisnya. (sak)