Hapus Aturan Sertifikasi Ponsel
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Hapus Aturan Sertifikasi Ponsel

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya akan menghapus sertifikasi telepon seluler terutama untuk merek-merek global (global brand) pada Januari 2017 mendatang.

“Rencananya mulai Januari 2017, tidak perlu proses sertifikasi brand global. Katakanlah brand besar Iphone, Samsung, memang balai uji kita lebih canggih dari brand global?” katanya di Jakarta, Selasa (13/9).

Dia menilai, balai uji global brand jauh lebih mumpuni sehingga bila suatu barang lulus standarisasi internasional dapat segera dirasakan masyarakat. Untuk melindungi konsumen, Kemkominfo nantinya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan melakukan uji petik di pasar.

“Brand ini spesifikasinya memenuhi standar internasional, nanti kita lakukan pengecekan di pasar bersama Kementerian Perdagangan,” katanya.

Rudiantara mengatakan dengan penghapusan uji sertifikasi pada ponsel tersebut akan semakin memperlancar arus teknologi yang masuk sehingga masyarakat lebih diuntungkan.

Menurut dia, saat ini untuk sertifikasi dibutuhkan sekitar satu bulan sebelum ponsel tersebut dapat dirasakan masyarakat. Hal ini merugikan, karena teknologi terkini yang ada di dalam ponsel tersebut, baik aplikasi, maupun feature lainnya terlambat dimanfaatkan.

Padahal, dengan teknologi-teknologi yang baru tersebut diharapkan masyarakat dapat segera memanfaatkan sehingga semakin mendorong dan mendukung perkembangan perekonomian.

Dengan penghapusan sertifikasi tersebut masyarakat lebih cepat dapat merasakan sentuhan teknologi terbaru yang lebih bermanfaat. Bila dalam setahun sebuah global brand meluncurkan dua varian produk, maka waktu yang dihemat sekitar 16 persen.

Ia mengatakan, rencana tersebut, telah dikomunikasikan dengan sejumlah global brand dan mendapat tanggapan positif.

Sementara itu, untuk produksi lokal, nantinya Kemkominfo akan masuk seperti misalnya saat desain, sehingga produsen tidak perlu lagi melakukan sertifikasi atas produk yang sudah jadi. “Nantinya kita akan melakukan uji petik saja atas barang yang telah ada di pasar,” ujar Menteri. (sak)