Harga CPO Menguat, Kakao Melemah
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Harga CPO Menguat, Kakao Melemah

Setelah memperhatikan berbagai rekomendasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi produk CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode bulan September 2016 sebesar 710,16 USD/MT, pada Jumat (26/8). Naik sebesar 33,92 USD atau 5 persen dari periode bulan Agustus 2016 yaitu 676,24 USD/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Permendag No 61/M-DAG/PER/8/2016 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat ini, harga referensi CPO kembali menguat dan tetap berada dibawah ambang batas pengenaan BK di level 750 USD. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar 0 USD/MT untuk periode September 2016,” tandas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Dody Edward di Jakarta.

BK CPO untuk bulan September 2016 tercantum pada Kolom 1, lampiran PMK 136 Tahun 2015 sebesar 0 USD/MT. Besarannya tetap bila dibandingkan dengan BK CPO untuk periode bulan Agustus 2016 yaitu 0 USD/MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada bulan September 2016 turun sebesar 102,17 USD atau 3,32 persen yaitu dari 3.078,95 USD/MT menjadi 2.976,78 USD/MT. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga turun 99 USD atau 3,6 persen dari 2.777 USD/MT pada periode bulan Agustus menjadi 2.678 USD/MT pada periode bulan September.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan oleh menurunnya harga internasional komoditas terebut. Namun, BK biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10 persen.

Hal tersebut tercantum pada kolom 3 lampiran II PMK 75 Tahun 2012. Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. (sak)