Hari ini Festival Seni Lintas Budaya 2016
PERISTIWA SENI BUDAYA

Hari ini Festival Seni Lintas Budaya 2016

Mulai pagi ini Minggu (14/8), selama beberapa hari ke depan, Kota Surabaya akan dipenuhi ratusan delegasi dari luar kota dan luar negeri. Mereka akan menampilkan atraksi budaya dan tari-tarian dari daerah/negara asalnya dalam event Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) 2016.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Surabaya, Maulisa Nusiara, mengatakan agenda Cross Culture Festival rutin digelar oleh Pemkot Serabaya melalui Disbudpar. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-13.

“Dan di tahun ini, festival seni lintas budaya akan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, jumlah peserta nya lebih banyak. Termasuk ada beberapa negara yang tidak pernah tampil di Surabaya, kali ini akan perform,” jelas Maulisa Nusiara kepada media di Surabaya, Sabtu (13/8).

Menurut Maulisa, untuk Cross Culture Festival 2016 ini, akan dimeriahkan penampilan delegasi dari sembilan negara. Ada dari Amerika (negara bagian Idaho dengan grup American Footwroks Folk Dance Ensemble), Polandia dengan grup Polonia Polish Folk Dance and Song Ensemble, Rumania dengan Martisorul Ensemble, Estonia dengan Folklore Society Leigarid.

Lalu dari Korea Selatan (Seoul) dengan Yang Ju Byul San Dae & Kin hei Kyung Dance, Tiongkok (Wuxi) dengan song & theatre of Wuxi performing arts group, Tiongkok (Xianmen) dengan Xianment Group Performing Art, Tiongkok (Guangzhou) dengan Guangzhou Group Performing Art dan Korea Selatan (Busan) dengan Busan Art Performing Group.

Total peserta luar negeri berjumlah lebih dari 158 orang. Mereka menampilkan tari dan dance dari masing-masing negara serta baju khas negara masing-masing. “Untuk delegasi luar negeri, beberapa sebelumnya tidak pernah tampil di Surabaya. Seperti dari Folklore Society Estonia, dari Idaho Amerika Serikat, juga Wuxi Tiongkok,” sambung Maulisa.

Sementara delegasi dalam negeri, ada dari Kota Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang akan menampilkan tari Bangen Tawai, Kota Balikpapan menampilkan Tari Gantar Umang dan Tari Kulin Bilau, Jogja menyajikan Tari Batik dan Tari Mangastuti, Kabupaten Sleman dengan Tari Bergodo, Kabupaten Salatiga dengan musik Kairinding dan Kota Surabaya menampilkan Tari Kolaborasi. Total peserta dalam negeri lebih 187 orang.

Maulisa mengatakan, agenda ini menjadi barometer bahwa Kota Surabaya merupakan etalase bagi kolabirasi budaya. Tidak hanya budaya kota-kota di Indonesia. Tetapi juga budaya negara-negara Eropa dan Asia.

“Surabaya selema ini telah menjadi etalase budaya dari berbagai negara. Jadi yang perform di cross culture ini merupakan orang asli dari negara nya. Bukan orang Indonesia yang menampilkan tari-tarian dari negara luar,” sambung Bu Icha–panggilan Maulisa.

Para delegasi mulai berdatangan di Bandara Juanda, Sabtu (13/8). Lalu pada Minggu (14/8) pagi, parade peserta cross culture rencananya akan diberangkatkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di area Taman Bungkul. Lantas, siang melakukan jumpa pers di Balai Kota. Lalu, pada malam (pukul 18.00-19.00 WIB) ada performance di Taman Bungkul dan Jayengrono serta dolanan anak.

Kemudian, pada Senin (15/8) siang ada visit culture. Peserta delegasi akan mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan, Museum Bank Indonesia. Dan malamnya, seluruh peserta mengikuti welcome dinner dan opening ceremony pagelaran seni. Peserta akan menampilkan kesenian masing-masing daerah dan negara di Balai Kota.

Nantinya, delegasi Cross Culture juga akna mengikuti malam tirakatan di kampung wisata seperti Ketandan, Maspatih, Plampitan dan Peneleh. Juga akan mengikuti Upacara 17 Agustus di halaman Taman Surya. Hingga, agenda closing ceremony di Balai Budaya. Delegasi masing-masing negara akan menampilkan tari kolaborasinya.

“Jadi, peserta Cross Culture ini selain menampilkan seni tari dan budaya dari negaranya, juga akan berkunjung ke kampung-kampung di Surabaya dan juga ikut memeriahkan peringatan HUT RI,” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.(sak)