Harteknas 2016: Dari N219 Hingga Wolbachia
PERISTIWA TEKNOLOGI

Harteknas 2016: Dari N219 Hingga Wolbachia

Beragam karya anak bangsa dipamerkan dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21 pada 10 Agustus. Menristekdikti Muhammad Nasir mengungkapkan, Harteknas tahun ini menjadi istimewa lantaran Indonesia bisa membuat sejumlah inovasi teknologi karya anak bangsa.

Selain itu, menjadi pertama kalinya sejak 1995 digelar di luar DKI Jakarta. Harteknas yang berlangsung di Stadion Manahan Solo dibuka dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Menurut Nasir, hal yang paling membanggakan adalah dipamerkannya N219, pesawat yang dibuat anak bangsa.

“Tahun pertama Harteknas (pada 1995), Indonesia berhasil meluncurkan N250 dan sekarang kami ingin pamerkan hasil karya Indonesia tanpa keterlibatan asing. Kami bisa membuat N219,” kata Menteri Nasir di Loji Gandrung Solo.

Pesawat tersebut, kata Nasir, rencananya akan diproduksi massal. Saat ini, pesawat tengah tahap sertifikasi sejumlah komponen. Kendati sejumlah negara tetangga sudah memesan, menurut Nasir, N219 akan diproduksi untuk dalam negeri dulu. “Potensial marketnya sudah 200, sementara kapasitas produksinya cuma 24 per tahun. Jadi, kita tidak bicara ekspor dulu. Untuk dalam negeri saja, sementara Myanmar dan Filipina meminta,” tuturnya.

Jika sertifikasi selesai, diharapkan pada 2017 menjadi tahun kebangkitan kedirgantaraan Indonesia. Selain pesawat, juga dipamerkan produk hasil riset pertanian dan pangan, seperti padi gogo dan padi organik. Di bidang kesehatan, ada penemuan untuk memberantas penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti, yakni melalui penebaran nyamuk wolbachia. Temuan ini diperkenalkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)

Di bidang transportasi, mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memamerkan Garansindo Electronic Scooter ITS atau Gesit. Sebuah sepeda motor listrik. “Sudah waktunya Indonesia pakai green energy, menghindari bahan bakar fosil, menggunakan kendaraan listrik,” kata Nasir.

Nasir mengawali rangkaian acara Harteknas dengan melakukan jalan santai. Didampingi Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, jalan santai dilakukan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Di situ, dipamerkan juga sejumlah karya anak bangsa, seperti robot dan sepeda ramah lingkungan yang merupakan buatan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

“Ini mengawali pembukaan Harteknas pada 10 Agustus. Kami ingin menggelorakan kembali inovasi anak bangsa,” tutur Nasir pada sela-sela jalan santai, Minggu (7/8) pagi.

Ribuan warga antusias menyaksikan pameran robot dan sepeda listrik yang dibuat mahasiwa UNS. Menurut Nasir, ke depannya, sepeda listrik tidak hanya digunakan kalangan mahasiswa di lingkungan kampus, tapi juga bisa produksi secara massal.

“Harga jual terhadap barang ini bisa terjangkau masyarakat. Ini tahap dari segi teknologi sudah selesai, bagaimana menuju industrialisasi. Misi kami adalah menggelorakan inovasi untuk kemandirian dan daya saing bangsa,” katanya. (ist)