Headphone Termahal Dunia Rp 736 Juta
PERISTIWA TEKNOLOGI

Headphone Termahal Dunia Rp 736 Juta

Seiring terus berkembangnya handphone, Sennheiser meluncurkan produk headphone yang diakui termahal di dunia. Tak tanggung-tanggung headphone terbaru seri HEV 1060 itu dibandrol dengan harga 50.000 Euro atau setara dengan Rp 736 juta.

Vice President Sales & Marketing Sennheiser Electronics Asia Pte Ltd Martin Low mengatakan, headphone yang juga dikenal dengan HEV 1060 diproduksi dalam jumlah terbatas. “Headphone ini hanya diproduksi 200 unit saja per tahunnya. Karena tingginya tingkat kesulitannya,” katanya pada wartawan di Hotel JW Marriot Surabaya.

Pada acara Sennheiser Sound Forum yang pertama kalinya diadakan di Surabaya itu, Martin juga menerangkan HEV 1060 terdiri atas 6.000 komponen yang dirakit. Kelebihan inilah yang menjadikan HEV 1060 mampu memproduksi suara dengan sangat presisi. Sehingga penggunanya dapat mendengarkan setiap insrumen dari musik yang diputar. Mulai lead, bass, drum sampai sound effect.

Mahalnya harga headphone ini, karena komponennya premiun. Mulai gold-vaporized ceramic elektrodes, platinum-vaporized diaphargams dan carrara marble amplifer housing dari Italia. Juga ditunjang lamanya waktu penelitian selama 10 tahun. Tak heran Sennheiser Orpheus ini mematok sebagai yang termahal di dunia.

Tidak seperti versi Orpheus sebelumnya, Sennheiser Orpheus terbaru menggunakan amplifier digital yang langsung tertanam dalam headphone. Pengerjaannya juga oleh tangan-tangan ahli, bukan mesin atau robot. Produk ini tidak dirancang untuk digunakan di smartphone atau gadget. Tetapi khusus dalam ruangan, sambil menikmati hiburan seni audio tingkat tinggi.

Kelebihan lain dari HEV 1060 tidak lain jangkauan repons frekwensinya diluar kemampuan pendengaran manusia, yaitu 8–100 kHz. Padahal kekuatan pendengaran manusia hanya 2-20 kHz saja.

Amplifier HEV 1060 dibuat dari material sangat istimewa. Tombolnya dari logam kuningan dengan lapisan krom. Sedang bodinya dari marmer pilihan yang dipilih khusus dari kawasan Carrara Italia dan dipahat oleh ahlinya, Michelangelo.

Meski telah diluncurkan di Singapura Juni 2016, headphone ini tidak dijual direct sales. Di Indonesia juga sudah ada permintaan terhadap produk termahal Sennheiser ini.

Tino Martinur produk manager Atrindo—distributor resmi Sennheiser mengatakan, di kalangan artis dan musisi produk merk Sennheiser jadi andalan. Sambil menyebut beberapa artis papan atas ibukota, Tino mengatakan, Sennheiser dikenal juga dengan produk mikrofonnya. “Sudah, tanya para artis penyanyi dan musisi kalau untuk produk Sennheiser. Mayoritas mereka mengandalkan untuk karya seninya. Memang mahal memang, tapi hasilnya itu lho,” kata Tino. (sak)