Ikke Nurjanah Siap Melenakan Amerika
HIBURAN PERISTIWA

Ikke Nurjanah Siap Melenakan Amerika

Setelah sempat bertolak ke Amerika pada 2010, Ikke Nurjanah dijadwalkan kembali ke negeri Paman Sam pada 1-15 September. Keberangkatan Ikke mengemban misi memasyarakatkan musik dangdut dalam tajuk ‘Amerika Terlena Dangdut 2016’ bersama dukungan Badan Ekonomi Kreatif Nasional (Bekraf).

“Saya sangat antusias dengan program ini. Yang membuat bangga, saya kembali diberi kesempatan mempresentasikan perkembangan musik dangdut,” ungkap Ikke Nurjanah di Bird Cage, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Wakil kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mengatakan, dewasa ini telah terjadi persaingan global di industri kreatif. Salah satunya di bidang musik. Bukan tidak mungkin dangdut yang memiliki kaitan dengan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia.

“Sebagai contoh bagaimana reggae bisa mendunia dan identik dengan Jamaica. Terus kita tahu K-pop, yang sudah disiapkan Korea. Padahal mereka tidak punya akar musik kuat, tapi bisa seperti itu,” kata Ricky.

Sebenarnya, kegiatan ini merupakan lanjutan dari Program Concert yang digagas Sirerdee Entertainment, serta didukung Bekraf. Ikke dijadwalkan akan berada di tiga kota di AS, yakni Washington DC, Philadephia dan New York.

“Karena kelanjutan dari Program Concert 2010 lalu. Artinya, ini merupakan buah kesuksesan program budaya musik dangdut di Amerika. Nanti sekaligus bedah buku saya yang berujudul ‘Diary Dangdut Ikke Nurjanah’,” ucap Ikke.

Bedah buku akan dilakukan di dua tempat terhormat, yaitu Library of Congress Washington DC and Smithsonian Folkways. Ikke bakal didampingi Professor Andrew Weintraub, dosen dari Departemen Musik Universitas Pittsburgh University.

Profesor ini pernah secara khusus melakukan riset tentang musik dangdut dan menuliskannya dalam sebuah buku terbitan Oxford University Press pada tahun 2005.

Deputi Marketing Bekraf Joshua Puji Simanjuntak menambahkan pihaknya berharap kehadiran ikke di Amerika bisa menjadi pemicu penyanyi-penyanyi Indonesia go international. “Dan musik dangdut bisa dikenal sebagai musik asli Indonesia,” ujarnya.

‚ÄúSekembali ke Indonesia kami akan mendukung penyanyi-penyanyi berbakat terutama musik dangdut sebab musik dangdut sangatlah unik. Ada karakter suara khas yang disebut cengkok. Dengan dukungan Bekraf, kami berharap dangdut bisa memperoleh pasar lebih luas lagi,” kata Joshua.

Ikke yang punya nama asli Hartini Erpi Nurjanah, sangat terkenal dengan lagu ‘Terlena’. Konsistensi dan totalitasnya di jalur musik dangdut membuat Ikke memperoleh penghargaan Anugerah Musik Indonesian (AMI) tiga tahun beruntun, 1997, 1998 dan 1999. (sak)