Indonesia Sponsor Utama WTM London 2016
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Indonesia Sponsor Utama WTM London 2016

Dalam mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 mendatang, berbagai upaya dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Salah satunya adalah menjadi sponsor utama dalam World Travel Market (WTM) London 2016.

Langkah Kemenpar menjadi sponsor utama di even tersebut bukan tanpa alasan. WTM London merupakan pengelenggaraan bursa pariwisata terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin yang akan berlangsung pada 7-9 November mendatang.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, WTM adalah pasar pariwisata global yang paling penting di dunia karena memiliki jangkauan yang tidak tertandingi. Pada tahun lalu, even ini dihadiri 50.000 profesional wisata dari 183 negara.

“Dengan kemampuannya menghasilkan bisnis, Indonesia menganggap WTM sebagai pameran yang perlu dikunjungi,” kata Menpar dalam siaran persnya, Senin (12/9).

Dikatakan, dalam kesempatan ini pula Kemenpar akan mempromosikan slogan ’Wonderful Indonesia’ pada platform global. “WTM memungkinkan kita mempromosikan pesan ’Wonderful Indonesia’ dengan biaya efektif dan efisien untuk pengambilkeputusan dan influencer dari seluruh dunia,” ujarnya.

Sekitar 150 delegasi dari 53 perusahaan di Indonesia yang ikut menghadiri WTM London 2016. Mereka mempromosikan atraksi seperti liburan pantai di Bali, situs Warisan Dunia UNESCO di Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Jawa, menyelam di Raja Ampat di Papua, lapangan golf, spa, serta wisata belanja di Jakarta dan Bandung.

Arief menambahkan, Indonesia siap menyambut dunia dengan visa gratis untuk warga hampir semua negara, bandara baru, pembangunan dan peningkatan pelabuhan di seluruh negeri, serta penyederhanaan peraturan kapal pesiar. Diakui Menpar, pemberian bebas visa bagi wisatawan membuat Indonesia kehilangan sekitar 11,3 juta USD setiap tahun.

“Namun, langkah ini diharapkan akan dapat menarik tambahan 450.000 turis asing per tahun, dan menghasilkan tambahan 500 juta USD tambahan pendapatan devisa,” imbuhnya.

Ia menerangkan, jumlah wisman yang datang ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni mencapai angka 2.015 kedatangan menjadi 10,4 juta atau naik lebih dari 10 persen pada 2014. Wisatawan dari Inggris tercatat 280.000, meningkat lebih dari 21 persen pada 2014, dan 2016 angkanya menunjukkan pertumbuhan yang kuat juga.

Menpar mengatakan, pasar Inggris dan Uni Eropa sangat penting karena lama tinggal rata-rata 10 hari atau lebih dengan pengeluaran cukup besar. Tidak saja berwisata ke Bali tapi juga sangat menyenangi budaya dan alam yang ditemukan di seluruh nusantara dengan 13.000 pulau tropis.

Upaya branding dan promosi di seluruh Asia Pasifik dan Timur Tengah, ada banyak rencana untuk meningkatkan upaya promosi pariwisata di pasar utama Eropa. Ini termasuk roadshow pemasaran di Inggris dan Eropa dengan mitra dagang perjalanan dan maskapai penerbangan, family tour ke Indonesia dan promosi konsumen dalam perjalanan dan gaya hidup publikasi utama.

Dengan berpartisipasi dalam WTM 2016 dan bekerjasama dengan mitra dalam perdagangan perjalanan, media, dan maskapai penerbangan sepanjang sisa tahun ini, kementerian mengharapkan 2016 akan menjadi tahun terbaik dan akan terus kedatangan wisatawan internasional untuk mencapai rekor 20 juta pada 2019. (sak)