Indonesia Sukses Pameran di Riyadh
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Indonesia Sukses Pameran di Riyadh

Indonesia berhasil membukukan nilai transaksi lebih dari 1 juta USD pada pameran Saudi Agrofood/Agriculture 2016 di Riyadh International Convention and Exhibition Center (RICEC), di Riyadh, Arab Saudi.

Produk-produk yang ditawarkan Indonesia cukup memikat para pengusaha di Arab Saudi. ”Hasil pameran cukup membanggakan. Untuk permintaan hubungan dagang tercatat sebanyak 124 inquiry dari para calon buyer Arab Saudi dan negara lainnya yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh para peserta pameran,” jelas Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

Pameran yang berlangsung awal Oktober lalu tersebut diikuti kolaborasi KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Bidang Ekonomi. Sampai penutupan pameran tercatat nilai total transaksi (trial order) sebesar 1,13 juta USD. Hasil tersebut berasal dari transaksi eceran/ritel sebesar 36.726 USD dan estimasi nilai kontrak dagang sebesar 1,09 juta USD.

Pameran Agrofood/Agriculture 2016 dibuka secara resmi oleh Menteri Pengairan, Lingkungan Hidup dan Pertanian Arab Saudi, Abdul Rahman Al-Fadli, yang berkesempatan melihat produk-produk yang dipamerkan stan-stan paviliun Indonesia.

Pada kesempatan lain Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel didampingi Atase Perdagangan, Fungsi Ekonomi KBRI dan KJRI Arab Saudi, Kepala dan Wakil ITPC Jeddah juga meninjau satu per satu stan pameran Indonesia dan melakukan komunikasi yang aktif dan hangat dengan seluruh peserta pameran Agrofood/Agriculture 2016 ini.

Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 90 m2 dengan mengambil tema ‘Trade With Remarkable Indonesia’. Paviliun yang terletak di hall 3 nomor 532 tersebut terdiri atas 10 stan, 8 stan diisi oleh 6 pengusaha Indonesia dan 2 stan diisi oleh 2 distributor produk Indonesia.

Perusahaan Indonesia yang mengikuti pameran antara lain CV Hasil Berkah Alam dengan produk gaharu dan arang, CV Sakti Perkasa dengan produk minuman jahe, PT Toba Surimi Industries dengan ikan kalengan, tuna, kepiting dan lainnya, PT Bustabica Bumi Pasemah dengan produk utama kopi, CV Muhaimin Andalan Putra dengan produk gaharu, madu dan kopi, CV Indonesia Global Spices dengan produk gaharu dan rempah-rempah.

Sedangkan distributor produk Indonesia adalah Sami Al Kathiri Trading Establismen dengan produk tuna kaleng, minuman, kecap dan saus tomat/cabai. Distributor lainnya yaitu Al Raqeeb Universal Group dengan produk minuman, tuna kaleng, dan makanan ringan.

Selain stan untuk perusahaan terdapat juga Stan KBRI Riyadh yang disediakan untuk menyosialisasikan dan mempromosikan Trade, Tourism and Investment (TTI). Selain itu, terdapat stan business center untuk memfasilitasi negosiasi peserta pameran dengan calon pembeli.

Di paviliun Indonesia, para pengusaha produk makanan, minuman dan gaharu membagikan sampel produk kepada pengunjung. Hasilnya, paviliun Indonesia cukup menarik perhatian dan telah dikunjungi sekitar 1.500 orang yang terdiri dari pengusaha dan individual dari beberapa negara seperti Kuwait, Oman, UAE, Bahrain, dan Qatar.

“Meskipun Arab Saudi mengalami perlambatan ekonomi akibat menurunnya harga minyak mentah dunia, pengunjung pameran ini sangat ramai,” kata Hery Saripudin.

Sementara itu, Kepala ITPC Jeddah Gunawan menuturkan saat ini terdapat pola perubahan arah perdagangan di Arab Saudi. Produk-produk Indonesia yang telah didaftar dan memenuhi kesesuaian penilaian di Arab Saudi diekspor kembali ke negara–negara Afrika seperti Tunisia, Maroko, Sinegal, Sudan, dan negara magribi lainnya.

Gunawan menilai untuk mendukung dan memperkuat perdagangan internasional ini perlu adanya kerjasama yang lebih kuat di bidang Metrology, Standardization and Conformity Asessement (MSCA) antara Indonesia dan Arab Saudi. MSCA merupakan salah cara memperkuat keberterimaan produk Indonesia di negara-negara teluk dan Afrika.

”Melalui kerja sama bidang MSCA kesempatan produk Indonesia semakin besar diterima Arab Saudi, negara Gulf Cooperation Council (GCC) maupun Afrika,” jelas Gunawan. (sak)