Ini Ciri Pupuk Subsidi Asli
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Ini Ciri Pupuk Subsidi Asli

Kepala Komunikasi Korporasi PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengimbau petani senantiasa menggunakan pupuk dengan merk dan isi yang sudah terdaftar agar terjamin kualitas serta hasil pertaniannya bisa menghasilkan panen yang maksimal.

Wijaya mengatakan, penggunaan pupuk kualitas rendah akan sangat merugikan bagi para petani karena kandungan unsur hara yang sangat rendah sehingga nyaris tidak bermanfaat sama sekali bagi tanaman.

Menurutnya, urea bersubsidi yang diproduksi Pupuk Indonesia pasti menampilkan logo Pupuk Indonesia pada bagian depan karung dan memiliki tulisan ;Pupuk Bersubsidi Pemerintah’.

Selain itu, pada kemasan yang asli juga mencantumkan nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung dan memiliki bag code dari produsennya.

Butiran pupuk urea bersubsidi memiliki kandungan nitrogen sebesar 46 persen yang sesuai dengan anjuran dari pemerintah serta memiliki ciri khusus berwarna merah jambu.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea di kios-kios resmi bagi petani yang sudah terdaftar adalah Rp 1.800 per kg atau Rp 90 ribu per karung 50 kg. Untuk Pupuk NPK Bersubsidi yang diproduksi dan didistribusikan Pupuk Indonesia, kemasan karung ini memiliki merk PHONSKA.

“Nama itu sebenarnya singkatan dari kandungan unsur hara di dalamnya yaitu Phospor, Nitrogen, Sulfur dan Kalium dengan kandungan 15:15:15 yang merupakan jumlah yang dianjurkan pemerintah,” jelas Wijaya Laksana saat konferensi pers Pengungkapan Sindikat Pupuk Palsu bersama Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin (5/9)

Sedangkan Pupuk SP-36 Super Fosfat yang diproduksi dan didistribusikan Pupuk Indonesia, memiliki Merk PUPUK SUPER FOSFAT SP-36 dengan logo PT Petrokimia Gresik dan memiliki tulisan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah-Barang Dalam Pengawasan’ dengan Kandungan fosfat 36 persen dan Sulfur 5 persen. Memiliki logo SNI, nomor izin edar dan memiliki bag code dari produsennya.

HET pupuk urea di kios-kios resmi bagi petani yang sudah terdaftar Rp 2.000 per kgnya atau Rp 100.000 per karung 50 kg.

Selain kedua produk pupuk tersebut, Pupuk Indonesia juga memiliki produk pupuk retail lainnya seperti Pupuk urea Nitrea, pupuk NPK Pelangi, pupuk NPK Daun Buah, pupuk ZK, pupuk DAP dan lainnya.

Wijaya Laksana berharap seluruh petani di Indonesia bisa menggunakan pupuk yang sudah disediakan pemerintah karena pupuk tersebut adalah pupuk yang berkualitas dan memiliki kandungan unsur hara sesuai anjuran pemerintah.

Sebenarnya sangat mudah bagi petani mendapatkan pupuk bersubsidi karena petani cukup bergabung kelompok tani yang ada di daerahnya, mengajukan kuota pupuk, dan membeli pupuk di kios resmi yang ada di tiap kecamatan. (sak)