Ini Prioritas Kebijakan Sektor ESDM
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ini Prioritas Kebijakan Sektor ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan langkah strategis Kementerian ESDM dalam menjawab tantangan yang dihadapi sektor ESDM di tahun depan. Upaya tersebut akan segera diselesaikan secara Cepat, Cermat dan Profesional.

“Ada beberapa program dan kegiatan yang menjadi prioritas Kementerian ESDM di tahun 2021,” jelas Menteri Arifin saat konferensi pers terkait Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021 di Jakarta, pekan lalu.

Di subsektor mineral dan batubara, Arifin akan mempercepat proses pembangunan smelter, menyusun kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara dan pemenuhan kebutuhan domestik, impelementasi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) dan peningkatan TKDN bidang minerba serta pengawasan dan penilaian reklamasi dan pascatambang berbasing teknologi penginderaan jarak jauh.

Adapun di subsektor ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, pemerintah akan memfokuskan ke pembangunan infrastruktur pembangkit listrik 27.000 Mega Watt (MW), transmisi 19 ribu kms, gardu induk 38 ribu MW dan pengembangan smart grid. “Dari sektor transportasi, kita mendorong pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” ungkap Arifin.

Ada pula program konversi pembangkit listrik BBM ke Gas Bumi atau EBT, pembangunan PJU Tenaga Surya sebanyak 22 ribu, revitalisasi PLT EBT, pembangunan PLTS penunjang Kementerian/Lembaga, dan alat penyalur daya listrik sebanyak 43.192 unit. “Untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan, kita akan membangun PLT Surya Atap dan PLTS Cold Storage,” beber Arifin.

Sementara di subsektor geologi, modernisasi peralatan sistem mitigasi bencana geologi akan menjadi perhatian utama Kementerian ESDM. Selain itu ada juga pengembangan pusat informasi geologi/penetapan warisan geologi, pengembangan pos pengamatan gunung api, jaringan pemantauan ari tanah berbasis cekungan, survei keprospekan sumber daya dan cadangan panas bumi, serta menggali data dan informasi migas atau survei migas.

Selain itu Kementerian ESDM juga akan program pendukung antara lain ujicoba demo plant green diesel dan bioavtur, pembuatan peta potensi EBT (PLT Bayu, Hidro, Biomassa) dan Energi Arus Laut, penilitian peningkatan nilai tambah batubara, peningkatan kompetensi ASN, diklat industri sektor ESDM hingga evaluasi Rencana Umum Energi Nasional. (sak)