INKA Kejar Proyek dari Bangladesh
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

INKA Kejar Proyek dari Bangladesh

Perusahaan manufaktur transportasi PT Industri Kereta Api (INKA) getol mengejar proyek pengadaan gerbong kereta api di luar negeri. Salah satu yang menjadi tujuan pasar ekspor gerbong perusahaan pelat merah tersebut adalah Bangladesh.

Pasar Bangladesh sejatinya bukanlah pasar baru bagi INKA. Sebelumnya, INKA telah memenangkan tender pengadaan 180 gerbong kereta api untuk Bangladesh Railway.

Adapun untuk tender terbaru yang diincar INKA kali ini jumlahnya lebih banyak, yakni 200 gerbong. “Bangladesh pernah pesan ke gerbong ke kami, kemudian mereka beralih ke Tiongkok, tapi kali ini mereka balik lagi ke kami karena produk kami lebih murah,” kata Senior Manager Humas PT INKA M Choliq di Madiun pekan lalu.

Choliq menjelaskan, selain karena harga jual yang miring, produksi gerbong produksi INKA diklaim memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang produk kompetitor. “Untuk tender kali ini, kami bersaing dengan India dan Tiongkok, tetapi kami optimistis menang karena unggul harga dan komponen,” kata Choliq.

Jika INKA sukses menjadi pemenang dalam pengadaan gerbong tersebut, Choliq bilang akan mengebut pengerjaan proyeknya. Sebab, rencananya pemenang tender akan diumumkan akhir November 2016 ini. “Kali ini Bangladesh menenderkan 200 kereta, sebelumnya mereka pesan 180 gerbong,” ujar Choliq.

Meski tak disebut nilai kontraknya, Choliq menyebut perbandingan ekspor sebanyak 180 unit gerbong yang dilakukan periode sebelumnya bernilai sekitar Rp 800 miliar. “Untuk harga gerbong ada perubahan kali ini atau naik 5 persen dari tahun sebelumnya, ini menyesuaikan kondisi inflasi saja,” jelasnya.

Tak hanya mengincar proyek pengadaan gerbong kereta api dari luar negeri saja, manajemen INKA juga masih menggarap proyek di dalam negeri. Saat ini, INKA mengincar proyek pengadaan gerbong proyek light rail transit atau LRT berkapasitas 100-250 penumpang di Sumatera Selatan dan Jakarta.

Saat ini manajemen INKA masih menunggu keputusan pengumuman pemenang tender gerbong LRT tersebut. “Pengumuman tender dilakukan tahun ini, proyeknya baru tahun 2017,” terangnya.

INKA kini tengah mengejar penyelesaian proyek-proyek pengadaan kereta sebelumnya, lima train set (rangkaian) kereta jenis ekonomi, dan lima train set kereta jenis eksekutif. Kedua jenis kereta tersebut harus rampung Desember 2016.

Juga ada pesanan 6 train set Kereta Rel Diesel Indonesia dengan masa penyelesaian 15 bulan. Seluruh pesanan tersebut untuk melayani kebutuhan gerbong PT Kereta Api Indonesia. “Semua kereta ini dibiayai PT KAI, dan sebagian dari penyertaan modal negara yang harus selesai 2017,” ujar Choliq.

Tak hanya itu, perusahaan bermarkas di Madiun, Jawa Timur itu juga mengerjakan proyek kereta Railink Jakarta-Bndara Soekarno-Hatta, melalui konsorsium berdama Bombardier, yaitu sebanyak 10 transit atau 60 kereta rel listrik (KRL).

Selain ekspor ke Bangladesh, INKA pernah melayani pesanan gerbong kereta api ke Malaysia, Filipina dan Australia. INKA juga diminta Presiden Joko Widodo memperluas pasar ekspor kereta ke negara lainnya, khususnya di Asia. Salah satu negara yang kini dibidik adalah Sri Lanka. (sak/ist)