Inovasi Baru Lowo Ireng ITS
PERISTIWA TEKNOLOGI

Inovasi Baru Lowo Ireng ITS

Tim peneliti kendaraan listrik Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memiliki desain dan inovasi baru dalam mengembangkan mobil super car, Lowo Ireng. Dalam waktu dekat, tim yang beranggotakan 20 orang ini akan mengembangkan desain mobil dengan atap tertutup .

Desain baru tersebut tak terlepas dari keadaan iklim di Indonesia yang tropis. Tim menilai, dengan desain terbuka dirasa tidak cocok untuk berkendara. Selain alasan tersebut mereka ingin mengeluarkan varian baru yang berjenis mobil listrik dengan menggunakan komponen yang telah diriset dan diproduksi sendiri.

“Menggunakan barang-barang motor listrik controler, battery management system, dan monitoring system. Mengingat bahwa versi sebelumnya menggunakan engine berbahan bakar bensin dimana kami hanya melakukan riset di Electronic Control Unit (ECU).” ungkap Grangsang Sotyaramadhani, salah satu anggota tim, Rabu (14/9) seperti dirilis Humas ITS.

Keunggulan dari super car Lowo Ireng yang baru ini adalah mengusung teknologi kendaraan listrik yang lebih efsien daripada mobil konvensional serta lebih ramah lingkungan.

Selain itu, mobil ini dapat dikatakan sebagian besar komponennya merupakan komponen lokal mulai dari rangka, body, hingga komponen penggerak. “Semuanya komponennya buatan sendiri kecuali baterainya masih impor. Keunggulan yang lain terletak pada kecepatan yang akan dipasang daya sebesar 30 kilowatt,” ujarnya

Dalam proses pengerjaan, tim dengan Dr M Nur Yuniarto sebagai dosen pembimbing ini bekerjasama dengan PT Kharisma Senojaya Bersama. Saat ini tahap pengerjaan sudah mulai melakukan prototyping di Gedung Riset Mobil Listrik ITS.

“Jika tidak ada kendala, kami optimis akan rilis pada awal tahun depan,” tegas pria yang sedang menempuh program studi S2 Teknik Mesin ini

Pria yang akrab dengan sapaan Grangsang ini menjelaskan bahwa mobil buatan anak bangsa ini dapat bersaing di dunia industri. Sebab, ke depannya dunia otomotif akan beralih ke teknologi listrik.

Dan saat ini level teknologi kendaraan listrik di berbagai negara juga dalam proses pengembangan. “Semoga Lowo Ireng dapat menjadi salah satu brand mobil yang berlalu lalang di jalanan Indonesia,” pungkasnya. (sak)