Inovasi Imigrasi Depok Bikin Calo Keok
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Inovasi Imigrasi Depok Bikin Calo Keok

Setelah melakukan berbagai inovasi dalam pelayanan publik yang dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, seperti Layanan Pagi Hari (Early Morning Service), Layanan Proses Permohonan Paspor Tiga Jam, dan Kemudahan Pengambilan Paspor, kini Ditjen Imigrasi melakukan inovasi yang membuat para calo tidak bisa berkutik lagi. Adalah Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Depok, yang melakukan inovasi tersebut.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly yang melihat dan mecoba langsung inovasi tersebut sangat mengapresiasi inovasi yang murni diinisiasi Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Depok Dudi Iskandar. Bahkan, Menkumham juga menyerukan agar inovasi ini dapat diaplikasikan pada seluruh kanim di seluruh nusantara.

“Inovasi ini sangat baik, dan kalau bisa diaplikasikan di kanim lain, sehingga menghindari calo,” ujar Menkumham saat melakukan Safari Ramadhan Menkumham Tahun 2016 di Kanim Kelas II Depok.

Dengan inovasi ini, pemohon pelayanan paspor akan difoto saat mengambil nomor antrian. Setelah mendapatkan nomor antrian, pemohon mendapatkan kepastian kapan dilayani petugas, sehingga pemohon tidak harus menunggu di ruang tunggu, pemohon dapat menghabiskan waktu di luar untuk beraktifitas di tempat lain.

Kembali Kanim Depok menyuguhkan inovasi yang memudahkan pemohon paspor, yakni pemberitahuan nomor antrian yang sedang dilayani di Kanim Depok. “Pemohon dapat melihat progres antrian melalui SMS dan halaman website Kanim Depok, sehingga pemohon bisa mengestimasi waktu kembali ke Kanim Depok,” ujar Dudi.

Jika sudah tiba waktunya pemohon dilayani di loket pelayanan, pada layar monitor akan terpampang wajah pemohon saat mengambil nomor antrian. Dari tampilan foto, petugas memastikan yang mengambil nomor antrian dan yang dilayani orang yang sama atau tidak. Dengan begitu, tidak mungkin lagi menggunakan jasa calo dalam proses pembuatan paspor.

Selain inovasi foto saat mengambil nomor antrian dan informasi progres antrian, Kanim Depok juga melakukan inovasi pengawasan orang asing, yakni menggunakan Sistem Pengawasan Orang Asing yang memudahkan petugas memantau orang asing yang ada di wilayah Depok.

Menkumham yang mendapatkan penjelasan langsung dari Kakanim Depok sangat terkesan. Dalam sambutannya, Menkumham mengatakan, Sistem Pengawasan Orang Asing yang ada di Depok, nanti menjadi benchmark yang bisa digunakan pada tingkat nasional.

“Sehingga kita bisa melihat orang-orang asing tidak hanya di Depok, kalau nanti sudah terkoneksi dengan server di Jakarta, di Kantor Imigrasi Pusat, penanganan orang asing, khususnya yang melewati izin waktu tinggal dapat dengan mudah kita tangani,” ucap Yasonna. (sak)