ITS Ikut Bahas Pembangunan Kota
PEMERINTAHAN PERISTIWA

ITS Ikut Bahas Pembangunan Kota

Kota Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan tingkat dunia, Prepcom 3 for UN Habitat III, 25–27 Juli 2016. Perhelatan dalam rangka persiapan pelaksanaan Konferensi Habitat III Tahun 2016 ini bertema Sustainable Urbanization Towards the New Urban Agenda, dan Indonesia dipercaya PBB sebagai tuan rumah penyelenggara.

Ini merupakan kali pertama PrepCom dihelat di Indonesia. PrepCom menggandeng Pemerintah Kota Surabaya dan beberapa lembaga akademisi untuk menyukseskan perhelatan 20 tahunan ini. Salah satu agenda pada pameran ini adalah acara talkshow yang akan diselenggarakan pada saat pameran berlangsung.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai salah satu intitusi pendidikan teknik terbesar di Indonesia turut digandeng dalam perhelatan ini. Sebagai awalan kegiatan paralel, ITS menggelar sejumlah seminar dan pameran di Gedung Balai Pemuda Surabaya yang dibuka secara resmi oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, Jumat (22/7).

Dalam serangkaian acara ini, ITS menampilkan berbagai kebolehan dalam segi akademisi bidang teknologi dalam pembangunan Kota Surabaya. “Kita bagi apa-apa yang sudah kita lakukan utamanya dalam skala pembangunan kampung,” ujar Prof Ir Joni Hermana dalam sambutan pembukaannya yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji.

Joni menuturkan, alasan dipilihnya Surabaya menjadi tuan rumah PrepCom 3 juga mendasari tema yang diangkat dalam kegiatan paralel ini. Yakni partisipasi masyarakat Surabaya dalam pembangunan Surabaya. “Surabaya adalah kota dengan partisipasi masyarakat tertinggi, atau bahkan satu-satunya di Indonesia,” terangnya.

Hal ini dibuktikan pula dengan pesatnya kemajuan Surabaya meski anggaran pembangunan kota utamanya di bidang lingkungan sangat minim. Bukan hanya itu, masyarakat Surabaya juga terbukti mampu menuntaskan segala tekanan yang umumnya dimiliki kota besar, seperti kebutuhan sumber daya alam, ekonomi, hingga pencemaran yang membuat keberlanjutan kota menjadi disangsikan.

ITS, tambah Joni, menjadi tangan kanan Pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan kota utamanya dalam hal teknis atau teknologi. Dalam kegiatan ini pula ditunjukkan bukti perkembangan kampung dengan teknologi ala ITS yang mampu menyokong pertumbuhan kotanya. “Karena kampung yang kuat menjadikan kota yang kuat pula,” jelas doktor lulusan University of Newcastle, Inggris ini.

Hingga kini, kerjasama ITS dan Pemkot Surabaya memang tidak perlu diragukan. Berbagai sektor seperti transportasi hingga lingkungan menjadi lahan pengembangan bersama. “Pemerintah banyak konsultasi dengan ITS dalam hal teknologi. Sehingga dapat dikatakan kita juga membantu menentukan arah pembangunan kota,” pungkas Joni.

Beberapa tema tentang pemukiman perkotaan diangkat dalam seminar yang dihelat secara bergantian setiap harinya di tempat yang sama. Antara lain, Urban Resilience: Making a Low Risk Kampung (22 Juli), Urban Infrastructure and Basic: Challenge of Surabaya’s Infrastructure (23 Juli), Re-Activation The Existing Tram Line in Surabaya (24 Juli), Island-Based People Housing in New Urban Agenda (24 Juli), dan Informal Settlements and Urban Issues (28 Juli). (sak)