ITS Siap Realisasi ‘Science and Technopark’
KOMUNITAS PERISTIWA

ITS Siap Realisasi ‘Science and Technopark’

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya siap merealisasikan pembangunan science and technopark. Ini dilakukan dalam rangka penguatan hasil riset dan inovasi.

Tujuan utamanya mendukung program hilirisasi yang menjadi salah satu amanat Kemenristek Dikti dalam kerangka ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Upaya realisasi ini antara lain dilakukan dengan menjalin MoU antara ITS dengan Rotterdam University of Applied Sciences yang telah memiliki jaringan dengan Rotterdamsche Droogdok Maatschappij (RDM).

Sebuah hotspot untuk inovasi di bidang maritim berkelas dunia, dimana kerjasama perguruan tinggi, industri dan pemerintah dalam bidang maritim dilaksanakan.

RDM dahulunya adalah sebuah galangan kapal yang dan saat ini menjadi rumah bagi berbagai inisiatif sektor swasta, pendidikan dan penelitian dalam bidang maritim.

“Kerjasama ITS-RDM merupakan rangkaian kerjasama Indonsia-Belanda dalam bidang maritim,” kata Wakil Rektor IV Bidang Peneilitain, Inovasi dan Kerjasama, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc, Selasa (27/9) siang.

Ini melanjutkan sukses ITS dan Belanda melaksanakan kerjasama Capacity Building in Maritime Transportation and Logistics Education and Research at ITS yang dilaksanakan Jurusan Transportasi Laut FTK-ITS.

Serta kerjasama Project on Capacity Development in Integrated Coastal Zone Management (ICZM) yang dilaksanakan oleh jurusan teknik kelautan FTK-ITS.

Dikatakannya, sebagai PTNBH ITS telah menyiapkan strategi dalam bentuk transformasi beberapa pusat studi dan pusat unggulan inovasi menjadi science and technopark di bidang maritim, otomotif dan industri kreatif.

“Kami sedang menysun master plan untuk itu bersama Kemenristekdikti. Lahan dan sebagian bagunan sudah kami siapkan. Bentuk kerjasama dengan RDM ini adalah salah satu langkah kearah sana,” katanya.

Ketut Buda berharap, melalui kerjasama ini beberapa kegiatan pengembangan inovasi maritim melalui, pengembangan jejaring institusi, pertukaran peneliti, pengembangan pusat inovasi bersama, pelaksanaan riset terapan bersama dan kegiatan lainnya dapat dilaksanakan.

ITS dalam rencana induknya telah menetapkan kawasan di Timur Kampus ITS seluas 30 hektar sebagai kawasan science and technopark dan komersial.

Untuk pengembangan infrastrukturnya, ITS sebanyak mungkin bekerjasama dengan industri dan institusi lain, serta mencoba upaya pengembangan infrastruktur melalui skema pinjaman luar negeri.

Penandatanganan MoU ITS dan RDM dihadiri delegasi pengusaha bidang maritim belanda (NMT) sebagai bentuk dukungan atas rencana kerjasama Indonesia-Belanda dalam pengembangan dunia maritim. Khusunya mendukung program Tol Laut serta penguatan upaya Indonesia menjadi poros maritim dunia. (sak)