Jaring Tax Amnesty, Asuransi Rilis Produk
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Jaring Tax Amnesty, Asuransi Rilis Produk

Pasar saham mulai bergairah. Membaiknya iklim investasi pasar modal ini mendorong sejumlah perusahaan asuransi jiwa merilis produk asuransi terbaru. Produk baru tersebut juga untuk antisipasi masuknya dana dari kebijakan pengampunan pajak yang sudah mulai berjalan.

Direktur Sales PT MNC Life Akhiz Nasution mengatakan, saat ini perusahaan asuransi bersiap merilis produk baru untuk mengakomodir datangnya uang yang berasal dari tax amnesty.

“Ini waktu yang tepat untuk merilis produk. Sebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tinggi. Produk seperti unitlink amat menarik untuk ditawarkan,” ujar Akhiz, akhir pekan lalu.

MNC Life sendiri segera merilis produk unitlink dengan memberikan tambahan proteksi yakni produk kesehatan demi menarik investor dalam waktu dekat. Saat ini, kontribusi premi di MNC Life masih rata masing-masing 30 persen antara produk unitlink, tradisional dan employe benefit.

Tahun ini, MNC Life menargetkan premi bisa mencapai Rp 540 miliar. Sementara, PT Asuransi Jiwasraya mengandalkan produk dwi guna atau endowment untuk menjaring investor dari tax amnesty.

Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo mengatakan karakteristik investor butuh keamanan untuk mengamankan uangnya ketimbang sebagai investasi. Karena itu, investor akan memilih produk asuransi yang terbilang aman.

Makanya, Jiwasraya mengandalkan produk endowment. Hary yakin, produk ini akan laku. Ia mencontohkan, produk serupa yakni saving plan Jiwasraya yang tahun lalu mampu membukukan premi Rp 4 triliun.

Rencananya Jiwasraya akan memperpanjang produk saving plan. Sebagai informasi, produk saving plan Jiwasraya menawarkan return of investment (ROI) yang dipatok sebesar 8%.

Di sisi lain, agar target investasi tercapai, Jiwasraya mengandalkan investasi saham. Hary bilang, pihaknya memilih saham BUMN infrastruktur. Hingga Juni 2016, nilai investasi saham Jiwasraya mencapai Rp 3 triliun dari total investasi Rp 27 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, kinerja Jiwasraya semester 1 2016 positif. Hal ini tercermin dari laba yang dihimpun naik 361 persen menjadi Rp 780,1 miliar dari Rp 169,1 miliar.

Laba tertopang perolehan premi yang naik 100 persen menjadi Rp 3,82 triliun. Serta hasil investasi yang juga meningkat hingga 275 persen menjadi Rp 1,53 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 498,9 miliar. (sak)