Jatim Juara Penghargaan Pegiat Lansia
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jatim Juara Penghargaan Pegiat Lansia

Kepedulian, pengabdian, komitmen dan perhatian Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo terhadap kesejahteraan kaum lanjut usia (Lansia) di Jatim tidak perlu diragukan lagi.

Karena kepedulian itulah Gubernur Jatim menerima penghargaan Peringkat Pertama Pegiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lansia Tahun 2016. Penghargaan kategori Individu selaku Kepala Daerah itu diserahkan langsung Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra Khofifah Indar Parawansa.

Dalam acara Penganugerahan Penghargaan Mensos RI kepada Pegiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 di Bhirawa Hall hotel Bidakara Jakarta, Selasa (4/10), penghargaan itu melengkapi penghargaan bidang kelanjutusiaan yang diterima Gubernur tahun 2013 lalu.

Tahun 2013 lalu diterima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama yang dianugerahkan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI) Prof Dr Haryono Suyono pada Puncak Peringatan HUT PWRI ke-51 di Atrium Kampus Universitas Trilogi, Jl TMP Kalibata Jakarta Selatan.

“Kami punya Perda No 5 Thn 2007 tentang Meningkatkan Kesejahteran Lanjut Usia serta program khusus untuk para lansia, khususnya di Panti Werdha,” kata Pakde Karwo—sapaan akrabnya. Tapi yang paling penting adalah masyarakat Jatim peduli dan memberdayakan lansia. Seperti membentuk yayasan lansia serta setiap kecamatan pasti ada kegiatan lansia.

Penghargaan ini, lanjut Pakde, makin memotivasinya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Jatim. “Terobosan kami selanjutnya adalah bebas pasung,” tegasnya. Dari sebanyak 2.217 yang dipasung, lanjutnya, sudah ada 754 yang kembali ke masyarakat. Sebanyak 500 masih dalam perawatan. Sehingga ada sekitar 1.000 yang masih diupayakan untuk dibebaskan.

Perhatian dan kepedulian Pakde Karwo kepada lansia menuai pujian Mensos Khofifah. Menurutnya, Jatim dibawah kepemimpinan Pakde Karwo sangat pro lansia. Terbukti dari seluruh penghargaan yang dibagikan pada kesempatan itu Jatim menjadi juara umum.

“Selamat kepada Pakde Karwo, selamat kepada Jawa Timur karena telah menjadi juara umum. Selain Gubernurnya mendapat penghargaan, kategori keluarga, kelompok, dan lembaga juga mendapat penghargaan. Semuanya komplit. Ini artinya, Jatim sangat pro lansia. Kami harap ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Khofifah.

Dikatakan, lansia harus bersama keluarga. Jangan ketika orangtuanya sudah lansia malah dikirim ke Panti Werdha. Basisnya adalah bersama keluarga, kemudian kita tingkatkan pelayanan berbasis institusi. Artinya, fasilitas-fasilitas di dalamnya terutama yang bersifat long term care harus diperbaiki.

Selain Pakde Karwo, yang meraih penghargaan serupa adalah Gubernur Banten, H Rano Karno SIp (peringkat kedua), Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah (peringkat 3), dan Bupati Karanganyar Jateng Drs H Yuliyatmono MM (peringkat 4).

Pakde Karwo menempati peringkat pertama berdasarkan hasil keputusan Dewan Juri independen beranggotakan KH Hasyim Muzadi (Wantimpres RI), Prof Haryono Suyono, Prof Mahfud Said dan Prof Marzuki MSc.

Sementara kategori umum, penghargaan diberikan kepada Hj. Sutinah Asmar dari Kab Kolaka Sultra, H Abdul Satar Kab Maringin Jambi, dan Hj Mulyaningsih Kota Palembang Sumsel. Untuk kategori keluarga, penghargaan dimenangkan Apriana MF Pattikawandun Kota Kupang NTT dan H Muhammad Syifa Kab Jombang Jatim.

Sedangkan kategori kelompok dimenangkan Lumintu Kota Tangerang Banten, dan Karang Werdha Yudhistira Kab Sidoarjo Jatim. Serta kategori lembaga dimenangkan Yayasan ‘Hargo Dadali’ Kota Surabaya Jatim, Yayasan ‘Al-Azis’ Kota Kendari Sultra dan Yayasan Panti Jompo ‘Al-Huda Syuhada Cot Pileng’ Kab Aceh Utara Aceh. (sak)