Jatimnomics Kembali Peroleh Apresiasi
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jatimnomics Kembali Peroleh Apresiasi

Konsep Jatimnomics yang digagas Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo kembali dinobatkan sebagai kepala daerah Inovatif di Indonesia 2016 di Bandung, Jumat (12/8) lalu.

Penghargaan dari salah satu grup media besar di Indonesia itu diserahkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada acara Kepala Daerah Inovatif 2016 (KDI). Selain Jawa Timur, penghargaan sejenis juga diraih Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Banteng dan Maluku. Hanya saja, katagorinya berbeda,

Berdasar evaluasi penyelenggara, Jatimnomics dinilai mampu mengungkit pembangunan ekonomi masyarakat Jatim. Bahkan implementasi Jatimnomics bisa menjadikan Jatim selalu unggul di atas rata-rata nasional dalam hal pertumbuhan ekonominya.

Jatimnomics juga dinilai moncer ditengah lesunya kondisi perekonomian beberapa tahun belakangan ini. Jatimnomics juga mampu menyentuh pertanian dan peternakan melalui berbagai program. Diantaranya melakukan pendampingan hingga ke petani yang ada di daerah.

Kelebihan lainnya, Jatimnomics juga efektif dalam hal inovasi pelayanan publik. Salah satunya, yakni Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) yang prosesnya satu pintu dipadu dengan pemangkasan rantai birokrasi. Bila ditambah dengan tersedianya surplus ketersediaan listrik dan lahan, bisa dipastikan Jatim menjadi primadona sasaran investor sebagai lokasi penanaman modal.

Kepemimpinan pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu juga dinilai berhasil membuktikan diri dan mampu menginovasi program daerah yang didukung kemampuan manajerial, kepemimpinan berkualitas. Selain itu, Pakde Karwo dinilai visioner, mampu mewujudkan harapan masyarakat serta cepat merespon tantangan zaman. Baik dalam skala nasional, regional maupun global.

Saat diwawancarai usai acara, Pakde Karwo berharap KDI 2016 dapat menjadi penyemangat bagi para kepala daerah dalam mempertahankan prestasi. Harapan lain, dapat memicu kepala daerah lain agar membuat terobosan dan inovasi cerdas guna memajukan wilayah yang dipimpinnya.

Tidak hanya itu. Penyelenggaraan KDI tahun 2016, beberapa bupati/walikota di Jawa Timur juga memperoleh penghargaan. Diantaranya Bupati Pasuruan (kategori ekonomi kreatif), Bupati Gresik (investasi dan industrialisasi), Bupati Banyuwangi (pengembangan ekonomi pariwisata), Bupati Tulungagung (pelayanan kesehatan). Lainnya, Walikota Surabaya (penataan lingkungan kota), Walikota Mojokerto (pendidikan) dan Walikota Kediri (pemberdataan masyarakat).

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, daerah harus terus berinovasi dan mengembangkan potensinya. Sekecil apapun inovasi yang dilakukan akan membawa dampak besar jika dilakukan secara konsisten. “Saya kira, poros-poros pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia bisa terangkat dengan baik apabila semua daerah memiliki basis yang kuat dalam berinovasi,” ungkapnya.

Mendagri menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mereformasi birokrasi dan aturan-aturan yang berkaitan investasi. Tujuannya memudahkan investor menanamkan modalnya di daerah. “Selamat bagi kepala daerah yang mendapat penghargaan, semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.

Terpisah, Menteri PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo mengatakan, kegiatan ini akan merangsang daerah lain yang belum memiliki inovasi berpacu meningkatkan potensi daerahnya. Kemendes dan PDT akan fokus pemanfaatan dana desa bisa langsung dinikmati bagi kemajuan desa.

Dana desa juga harus mampu menjadi titik balik pembangunan desa berkelanjutan. “Kami berharap dukungan kepala daerah bersama-sama mengawal dana desa dan memanfaatkannya secara produktif,” katanya berharap. (sak)