JK: Konstitusi itu Dinamis, Sesuai Kebutuhan
PEMERINTAHAN PERISTIWA

JK: Konstitusi itu Dinamis, Sesuai Kebutuhan

Konstitusi memuat falsafah bangsa dan dasar-dasar kerangka negara. Selama 71 tahun Indonesia merdeka, konstitusi sebenarnya berjalan sangat dinamis.

“UUD pada dasarnya memenuhi kebutuhan dinamis, tidak berarti sakral, tidak boleh berubah-ubah. Dan ini menandakan bahwa bangsa ini sangat dinamis, sama dengan bangsa-bangsa lain, bahwa UUD dibuat sesuai kebutuhannya pada saatnya. Karena itulah apabila membutuhkan sesuatu, perubahan-perubahan yang mendasar, amandemen UUD selalu terbuka,” demikian Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri acara Peringatan Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara IV, Komplek MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (18/8) lalu.

Wapres mengungkapkan, setelah proklamasi, konstitusi disusun dalam waktu yang sangat singkat, tetapi mempunyai makna terhadap bangsa ini. Dalam memilih pemimpin, presiden dan wakil presiden, juga diatur konstitusi, yang dibuat sangat baik ketika itu.

“Para founding fathers, para pendiri bangsa ini, bukan saja mereka para pejuang perintis proklamator bangsa, tetapi juga negarawan yang mempunyai kemampuan keilmuan pengalaman sehingga dapat menyusun kerangka dasar negeri ini dengan sebaik-baiknya,” tutur JK, sapaan akrab Wapres.

JK berharap, UUD menjadi bagian penting perjalanan bangsa. Sebagaimana disampaikan Ketua MPR, bahwa berdasarkan aspirasi masyarakat, perlunya kembali pada garis-garis besar haluan negara (GBHN).

Wapres menyambut baik karena menurutnya tujuan negara haruslah merupakan konsensus bersama. Sekarang ini program kebangsaan kenegaraan merupakan bagian demokrasi.

Wapres mengajak peserta yang hadir selalu bersyukur, karena selain dapat memperingati Hari Konstutisi, bangsa Indonesia baru saja memperingati Hari Kemerdekaan. Selama 71 tahun bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan melaksanakan tujuan kebangsaan dengan sebaik-baiknya. (sak)