JK : Urbanisasi Masalah Semua Negara
PEMERINTAHAN PERISTIWA

JK : Urbanisasi Masalah Semua Negara

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menilai persoalan pertumbuhan penduduk dan uranisasi menjadi masalah bagi semua negara. Tak hanya bagi negara berkembang, JK menilai persoalan laju urbanisasi juga menjadi masalah bagi negara-negara maju.

“Masalah perumahan dan pemukiman masalah kita semua di dunia. Urbanisasi tidak bisa dihindari bahkan negara maju dan berkembang menjadi dilema. Di Indonesia dulu 30 persen persen hidup di kota dan 70 persen di desa. Sekarang masyoritas hidup di perkotaan. 30 tahun lagi 67 persen tinggal di perkotaan,” kata JK saat membuka The Third Preparatory Committee (Prepcome 3) for UN Habitat III di Grand City Surabaya, Senin (25/7).

Ia menjelaskan, dengan peningkatan jumlah penduduk dunia, maka di saat yang sama juga dibutuhkan kebutuhan pangan yang leih banyak lagi. “Penduduk bertambah, sektor pertanian butuh lebih banyak. Kalau dulu kita ada 45 persen sektor pertanian sekarang hanya 33 persen,” jelasnya. Menurutnya, penduduk berurbanisasi untuk mencari hidup lebih baik lagi.

“Urbanisasi di dunia ini menjadi kepastian yang terjadi. Tapi selama ini urbanisasi dipikirkan sebagai hal negatif. Ada isi positif yang bisa kita ambil,” jelasnya. Ia mencontohkan negara China. “China dengan jumlah penduduk terbesar sedunia masih tetap bisa berkembang dengan baik. Mereka bisa jadi produsen dan konsumen yang baik. Inilah habitat yang menjadi sustainable development goals,” ungkap JK.

Selain pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi yang kian besar, masalah energi juga menjadi persoaan baru. “Di kota menjadi penyebab global warmin juga harus sudah dimulai dengan green technology. Jadi harus menerapkan teknologi yang ramah lingkungan. Kota harus bermanfaat dan jadi pusat peradaban karen harus menggerakan ekonomi dan industri juga,” ujarnya.

Wapres juga berharap kota lebih inklusif dan komodatif, serta tangguh dalam menghadapi masalah dan memberikan rasa aman. “Masalah kriminal dan teroris juga sering mengancam di perkotaan. Jadi sistem harus diperbaiki. Fungsi habitat bisa saling melengkapi dari berbagai aspek seperti pendidikan dan kesehatan yg baik,” tuturnya.

Dengan pertemuan Prepcom 3 for UN Habitat III di Surabaya tersebut, JK berharap bisa dihasilkan konsep dan perencanaan yang baik tentang pertumbuhan penduduk dan lingkungan. “Masa depan kita semua harus lebih baik demi anak cucu kita untuk hidup di dunia yang makin sesak. Dengan rencana yang baik maka kota bisa lebih nyaman dan aman. Pertemuan ini jangan hanya menghasiakan keputusan sejenak tapi berkelanjutan dan membawa kehidupan lebih baik,” tukasnya. (sak)