Sosialisasi Tax Amnesty, Jokowi Ajak Pengusaha Jatim Pulihkan Ekonomi
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Sosialisasi Tax Amnesty, Jokowi Ajak Pengusaha Jatim Pulihkan Ekonomi

Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha kecil, menengah maupun besar di Jatim bersama-sama meningkatkan perekonomian dengan fasilitas pelayanan yang terbaik dari pemerintah. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pembukaan sosialisasi tax amnesty yang dihadiri sekitar 2.700 pengusaha dan pejabat, di Grand City Surabaya, Jumat (15/7) malam.

Dihadapan pengusaha kecil, menengah dan pengusaha besar di Jatim, Jokowi menerangkan kondisi perekonomian di berbagai negara mengalami penurunan, seperti Tiongkok dari 10 persen, pertumbuhan ekonominya sekitar 6,5 persen. “Negara lain ada yang minus 3, juga ada hampir minus 7. Nggak perlu saya sebutkan negara mana saja,” ujarnya.

Ia memaparkan, kondisi perekonomian Negara tetangga yang juga mengalami penurunan. “Negara tetangga kita juga turun. Inilah tekanan global yang kita hadapi,” tuturnya. Jokowi berharap, mulai tahun depan ada recovery atau pemulihan pembangunan ekonomi. Semua negara juga berebut investasi, berebut uang, berebut modal, agar ada aliran uang yang masuk. “Semua berkompetisi memberikan pelayanan yang baik. Persaingan itu mau tidak mau harus kita hadapi bersama-sama,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga memberikan berbagai fasilitas berupa paket kebijakan ekonomi. “Sudah ada paket ekonomi 1 sampai paket ekonomi ke 12. Ini terus kita perbaiki,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga menyampaikan apresiasinya terhadap sosialisasi tax amnesty. “Saya kaget masuk ke ruangan ini, Saya minta 2.000, jangan banyak-banyak. Tapi menjadi 2.700 undangan, ini sebuah prestasi,” tuturnya.

Acara sosialisi pengampunan pajak merupakan gerak cepat pemerintah guna menarik pendapatan dari pajak para pengusaha menyusul disahkannya UU Tax Amnesty. Dipimpin langsung Presiden, pemerintah menyakinkan bahwa dalam persoalan tax amnesty dilakukan secara terbuka, transparan.

Soal Jatim, Jokowi senang mendapat laporan dari Gubernur Jatim, bahwa triwulan I 2016 tumbuh 5.3 persen diatas nasional yang hanya tumbuh 4.9 persen. Triwulan ke II bahkan diperkirakan mencapai 5.6 persen. “Ini pertumbuhan yang sangat baik dan tentu bisa dicontoh oleh provinsi lainnya,” jelasnya.

Presiden dengan tegas menjelaskan bahwa Tax Amnesti atau Amnesti Pajak adalah penghapusan tunggakan pajak, pembebasan sanksi administrasi, pembebasan sanksi pidana perpajakan, penghentian proses pemeriksaan hingga penyidikan tindak pidana perpajakan.

Sedangkan, syarat agar dapat mengikuti amnesti pajak adalah mengungkap harta yang tersembunyi di luar negeri, tidak sedang berperkara/menjalani hukuman pidana perpajakan, repatriasi aset ke dalam negeri hingga membayar uang tebusan. (sak)