Jokowi : Bangun Juga Bandara Kecil
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jokowi : Bangun Juga Bandara Kecil

Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Thaha, Jambi, yang merupakan perluasan bandara sebelumnya. Bandara Sultan Thaha kini memiliki luas terminal 35.000 m2 dan luas lahan parkir 26.500 m2 dengan kapasitas 436 mobil dan 415 motor.

Pembangunan Terminal Penumpang dan Fasilitas Parkir Bandara Sultan Thaha yang baru itu menelan biaya sesuai nilai kontrak sebesar Rp 126 miliar, pembangunan apron Rp 110 miliar, pembangunan tower dan gedung operasi Rp 16 miliar, dan pembangunan fasilitas pokok serta penunjang lainnya Rp 67 miliar.

Jokowi mengatakan, persaingan global merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi seluruh negara, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air sebagai modal menghadapi persaingan tidak dapat ditunda-tunda lagi. “Semuanya adalah pondasi dasar bagi memenangkan sebuah persaingan, memenangkan kompetisi antar negara,” ujar Jokowi, Kamis (21/7) siang.

Untuk mendukung kesiapan Indonesia menghadapi persaingan tersebut, Jokowi salah satunya meminta dilakukan percepatan pengembangan Bandara Sultan Thaha, Jambi, yang dikelola PT Angkasa Pura II.

“Persaingan-persaingan seperti itu harus secepatnya diantisipasi. Kalau tidak, ditinggal kita. Oleh sebab itu, Bandara Sultan Thaha di Jambi ini sangat diperlukan untuk diperluas,” terang Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan, semula Bandara Sultan Thaha akan dimulai perluasannya pada 2019. Namun, mengingat pertumbuhan bandara ini sebesar 27 persen setiap tahunnya, maka dirinya menginstruksikan Menteri BUMN dan Direktur Angkasa Pura II untuk langsung memulainya pada 2017.

“Jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun. Diajukan menjadi 2017 awal. Bangun lagi, jangan terlambat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga meminta agar bandara-bandara kecil di sekitar Sultan Thaha seperti Muara Bungo dan Kerinci dapat dibangun dan diselesaikan pada 2017. “Diselesaikan baik terminal maupun runwaynya,” pintanya.

Presiden meyakini, dengan selesainya pembangunan bandara-bandara kecil tersebut akan menyebabkan akses menuju kedua wilayah Jambi akan jauh lebih mudah. Ia menunjuk contoh misalnya ke Kerinci yang biasanya ditempuh dalam waktu 9 jam melalui jalur darat akan dapat ditempuh dengan lebih cepat bila menggunakan jalur udara.

“Pesawat berbadan besar turun di sini (Bandara Sultan Thaha). Ke Kerinci dan Muara Bungo menggunakan pesawat kecil sehingga mempercepat transportasi barang dan orang,” tutur Jokowi.

Presiden juga meminta agar setiap bandara yang dibangun untuk diintegrasikan dengan moda transportasi lain, baik kereta api atau bus sehingga masyarakat memiliki pilihan alternatif yang lebih luas untuk menjangkau tempat tujuan yang diinginkan.

Usai peresmian, Presiden dan Ibu Iriana langsung meninjau bandara tersebut dan sempat berbincang-bincang dengan sejumlah calon penumpang. Tampak hadir mendampingi Presiden, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Menhub Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara, dan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli. (sak)