Pendekatan ‘Smart’ Selesaikan Terorisme
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Pendekatan ‘Smart’ Selesaikan Terorisme

Dalam sesi terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara yang tergabung dalam Group 20 (G20) yang membahas tentang isu-isu lain yang turut mempengaruhi ekonomi dunia, Presiden Joko Widodo mengangkat masalah terorisme sebagai salah satu faktor penentu ekonomi dunia.

Jokowi menegaskan, bahwa serangan teror yang terjadi di berbagai belahan dunia tak dapat dibiarkan begitu saja. “Belakangan ini saya terus mengamati peningkatan serangan teror yang terjadi di negara anggota G20: Prancis, Turki, dan Indonesia. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Jokowi di Hangzhou International Expo Center (HIEC), RRT, Senin (5/9).

Dihadapan sejumlah pemimpin negara, Jokowi mempertanyakan penggunaan kekuatan militer dalam memerangi terorisme. Menurutnya, cara terbaik menangani terorisme dengan mengedepankan apa yang disebutnya sebagai smart approach, yang menyeimbangkan pendekatan soft power dan hard power.

Penanganan terhadap terorisme, tegas Jokowi, membutuhkan kemampuan menemukan akar permasalahan. Ia menyebutkan, setidaknya, ada tiga kesenjangan yang menjadi latar belakang sebuah aksi terorisme. “Kemiskinan, ketimpangan, dan marginalisasi,” ungkap Jokowi.

Diakui Jokowi bahwa penyebaran teror dan ekstremisme dewasa ini sangatlah mengkhawatirkan. Maka itu, Jokowi mengajak kerjasama dunia internasional guna menangani kasus-kasus tersebut.

Menurutnya dibutuhkan koordinasi semua pihak khususnya dalam pertukaran informasi intelijen dan menghapuskan sumber pendanaan terorisme. “Saya ingin menekankan bahwa terorisme tidak ada korelasinya sama sekali dengan agama manapun,” tekan Jokowi.

Sementara menyinggung masalah arus pengungsian yang dihadapi dunia internasional, Jokowi mendorong negara G20 turun tangan dalam penyediaan bantuan kemanusiaan.

“Pada saat yang sama, kita juga harus merenungkan penyebab dari banyak konflik yang mengakibatkan pengungsian massal. Dalam konteks ini, menyelesaikan akar permasalahan adalah yang paling utama,” pungkas Jokowi. (sak)