Jokowi: Dorong Penetrasi ke Pasar Baru
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Jokowi: Dorong Penetrasi ke Pasar Baru

Presiden Joko Widodo menilai, produk-produk Indonesia yang ditampilkan pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bagus sekali. Untuk itu, Presiden meminta Mendag, Menperin dan asosiasi usaha berani melakukan penetrasi ke pasar- pasar baru, yang selama ini tidak pernah diperhatikan.

“Misalnya, India, pasar-pasar Afrika, yang penduduknya lebih 60-80 juta, itu yang harus diperhatikan,” kata Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10) pagi.

Dari sisi produknya sendiri, terutama yang berkaitan dengan desain, Jokowi mengingakan harus diperhatikan. Menurut Jokowi, program di Kemendag dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bagus sekali.

Jokowi memuji produk-produk dari kampung, dari daerah, yang dikirimkan desainer. Mereka mengembangkan, misalnya bambu bisa dibuat untuk kap lampu, kemudian tas-tas yang dari pandan, dikembangkan dengan desain yang baik.

“Kalau ini diteruskan, produk kita akan meningkat kelasnya, bukan di pasar bawah tapi mulai di pasar tengah dan pasar atas. Kalau produk-produk di kampung, produk-produk di daerah diberi sentuhan desain,” tutur Jokowi.

Terkait dengan kemasan (packaging), Jokowi meminta bantuan Kemendag, karena produk kita sudah mulai masuk ke Korea atau Mesir.

“Kita ini produknya banyak sekali, tapi kemasannya belum diperhatikan. Ini mulai kita perhatikan. Menurut saya, desain dan kemasan ini penting sekali untuk kita bisa masuk ke pasar-pasar di luar, pasar-pasar ekspor,” tutur Jokowi.

Jokowi juga minta ada promosi besar-besaran. Ia menjelaskan, untuk dana promosi sudah mulai dikumpulkan, jadi tidak bisa tersebar lagi.

Disebutkan, dulu ada 17 kementerian/lembaga yang mempunyai dana promosi, tidak terintegrasi, tidak terkonsentrasi, sehingga tujuannya ke mana, arahnya ke mana menjadi berceceran. “Ini yang sudah dikumpulkan nanti akan kelihatan, fokus, konsentrasi, bisa masuk ke pasar-pasar yang kita inginkan,” ujarnya.

Pasar-pasar baru yang disasar Indonesia, menurut Jokowi, di Afrika yang dinilainya sebagai pasar yang baik untuk produk-produk kita, karena menengah ke bawah ini kita bisa masuk. Produk-produk yang tidak bisa masuk ke level atas, kata Jokowi, bisa masuk ke sana.

“India dengan penduduk yang sangat besar, ini tidak pernah kita konsentrasi ke sana. Ini juga sebuah peluang yang bisa kita masuki. Negara-negara seperti Bangladesh juga nggak pernah kita perhatikan. Amerika Latin, Iran, yang mulai membuka, ini juga harus segera masuk,” papar Jokowi.

Trade Expo Indonesia ke-31 diikuti 1.100 peserta pelaku usaha nasional, mulai dari UKM binaan, perusahaan swasta nasional, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, hingga kementerian/lembaga ikut berpartisipasi. Sementara jumlah buyers yang telah terkonfirmasi hadir sebanyak 15.562 buyers dari 120 negara,

Pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke-31 itu, Presiden Jokowi juga menyerahkan Penghargaan Primaniyarta dan Penghargaan Primaduta, yang merupakan penghargaan bagi eksportir berprestasi dan pencapaian pertumbuhan ekspor Indonesia. (sak)