Jokowi: Kita Ingin Hidup Sejuk dan Damai
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jokowi: Kita Ingin Hidup Sejuk dan Damai

Presiden Joko Widodo mengemukakan sudah saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam, menjadi sumber pembelajaran Islam dunia. Negara-negara lain harus juga melihat dan belajar Islam dari Indonesia karena Islam di Indonesia sudah seperti resep obat yang paten yaitu Islam wasathiyyah, Islam moderat. Sedangkan negara lain masih mencari-cari formulanya.

“Oleh sebab itu, saya sudah mengeluarkan Perpres tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Harapan saya, universitas ini akan menjadi sumber ilmu, sumber kajian-kajian Islam, sumber cahaya moral Islam, dan benteng bagi tegaknya Islam yang berkeseimbangan (tawazun), Islam yang toleran (tasamuh), dan Islam yang egaliter, yang musawah,” kata Jokowi saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI di Astaka Utama Islamic Centre, Kota Mataram, Lombok NTB, Sabtu (30/7) malam.

Jokowi menegaskan, kita pun ingin kehidupan berbangsa dan bernegara juga sejuk, damai, dan indah. Karena itu, Presiden mengajak semua pihak menjaga kebersamaan kita dalam berbangsa dan bernegara. “Mari kita jaga optimisme kita dalam menghadapi tantangan-tantangan yang semakin sulit terutama tantangan global,” pintanya.

Sebelumnya Jokowi mengemukakan, sekarang ini, masih banyak orang mudah mencela, mudah mengumpat, mudah merendahkan orang lain, mudah mengejek, mudah menjelek-jelekkan orang lain, serta mengabaikan sopan santun.

Ungkapan-ungkapan tersebut, semakin menghebat terutama ketika terjadi kontestasi politik, seperti pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan wali kota, dan pemilihan presiden serta pemilihan anggota legislatif.

“Kandidat lain tidak lagi dilihat sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai partner, tetapi dilihat sebagai musuh yang harus dihabisi. Mereka seakan lupa bahwa ada api yang menunggu mereka, yang menyala-nyala, yang membakar sampai ke hati,” papar Jokowi.

Terkait pelaksanaan MTQ, Presiden memiliki harapan MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat, selain berkembang dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya, juga dapat mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. “MTQ Nasional harus mampu membumikan Al Quran sehingga lebih dipahami dan dilaksanakan masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan bahwa tujuan dan makna kegiatan MTQ yang utama adalah prestasi, namun yang lebih utama lagi syiar dan dakwah tentang bagaimana membumikan Al Quran. Harus menjadikan Al Quran sebagai nafas, sebagai pegangan hidup yang hakiki, dan sebagai kepribadian kita.

“Saya berharap agar hakikat, makna, dan tujuan MTQ kita pegang teguh sehingga Al Quran benar-benar kita resapi, benar-benar kita hayati, benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Jokowi.

Jokowi mengajak peserta menjadikan MTQ Nasional dan Konferensi Internasional Islam Wasathiyyah, yang digelar di Mataram, sebagai stimulan untuk meningkatkan penghayatan kecintaan dan pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

MTQ XXVI diikuti 1.200 peserta berasal dari 34 provinsi. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan yang terbagi dalam 7 cabang dan 18 golongan musabaqah. Ketujuh cabang tersebut adalah Tilawah Al-Quran, Hifzh Al-Quran, Tafsir Al-Quran, Fahm Al-Quran, Syarh Al-Quran, Khath Al-Quran, dan Menulis Makalah Ilmiah Al-Quran (M2IQ). (sak)