Jokowi: Manfaatkan Momentum 15 Tahun
KOMUNITAS PERISTIWA

Jokowi: Manfaatkan Momentum 15 Tahun

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan sejumlah organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo. Perhelatan tersebut digelar di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, pada Minggu (24/7) malam.

Hujan yang mengguyur kawasan Senayan tidak menghalangi ribuan pendukung Jokowi untuk berkumpul. Bahkan, sebanyak 3.500 relawan yang berasal dari 30 kelompok relawan hadir, meski tidak semuanya dapat memasuki ruangan.

Tidak ingin mengecewakan para pendukungnya, Jokowi sebelum menyempatkan diri untuk menemui para pendukung yang berada di tenda-tenda, sebelum memasuki ruangan. Bahkan saat memasuki tempat acara, Jokowi berkeliling barisan tempat duduk sambil bersalaman dengan para pendukung yang menyambut nya dengan teriakan “Jokowi” dan “Hidup Jokowi!”.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan persembahan “Rotoh Duek” oleh Group Cioff. Pada kesempatan tersebut, penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu dan penayangan video “Perjalanan Jokowi Menjadi Presiden” juga dilakukan.

Tampak hadir dalam silaturahmi nasional tersebut di antaranya sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Ketua DPR Ade Komarudin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua Umum PPP Romahurmudzi, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Sejumlah pejabat negara lainnya, pimpinan BUMN hingga tokoh agama turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Jokowi menyebutkan bahwa penyebab dari persaingan yang ketat antarnegara saat ini adalah adanya persaingan dalam memperebutkan aliran dana. Salah satu cara yang ditempuh untuk memenangkan persaingan adalah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur sendiri merupakan hal yang penting bagi suatu negara sebagai pondasi dalam memenangkan persaingan. “Saya perintahkan agar dimulai dulu, kita kalau sudah mulai akan sulit dihentikan,” ungkap Jokowi.

Bila terjadi masalah pada pembangunan infrastruktur, seringkali penyebabnya ada pada birokrasi. Jokowi mengatakan, bila tidak ada masalah dalam birokrasi, rakyat itu akan mengerti dan paham. “Rakyat kita itu gampang, tapi rakyat tahu ini ada main-main, sehingga mereka tidak mau,” ujarnya.

Jokowi berharap agar deregulasi kebijakan dilakukan di daerah karena kunci memenangkan kompetisi adalah dengan melakukan efisiensi di semua tingkat pemerintahan serta kecepatan pemerintah melayani masyarakat. “Kalau masih ada tradisi lama, jangan harap kita mau menang kompetisi,” tuturnya.

Berdasarkan rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Jokowi juga menjelaskan bahwa ini merupakan sebuah momentum yang mana kita hanya diberi waktu 15 tahun ke depan. “Kalau transisi ini bisa berhasil, kita bisa tinggal landas. Kalau tidak, kita ditinggal di landasan. Itu kita tidak mau,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi melakukan berbagai macam terobosan untuk bisa tinggal landas. “Kita diberi kesempatan hingga 2030, kalau tidak bisa ya sudah. Tapi kita semua mau kita bisa tinggal landas,” sebutnya.

Presiden memberikan contoh terobosan yang telah diterapkan, yakni kebijakan Tax Amnesty yang mana selama puluhan tahun sebelumnya tidak dilakukan. Dia sempat terkejut dengan respon cepat dan positif dari DPR saat pemerintah mengusulkan kebijakan itu ke DPR. “Kita ucapkan terima kasih karena dengan kecepatan maka Undang-Undang Tax Amnesty sudah disetujui,” ujarnya.

Djelaskan, ribuan triliun rupiah investasi masyarakat saat ini disimpan di luar negeri, sementara, saat ini negara sangat membutuhkan dana-dana tersebut. “Oleh sebab itu, saya sampaikan bahwa diperlukan partisipasi warga negara dalam kondisi sekarang untuk membawa uang itu ke dalam negeri,” ujar Jokowi.

Dana-dana itu akan digunakan bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran rakyat. “Kita harus optimis, uang itu kembali karena sudah dibuatkan payung hukum,” tegasnya.

Di penghujung sambutan, Presiden mengajak para relawan untuk bergerak bersama mengawal perubahan-perubahan yang tengah dilakukan. “Kalau ada yang belum betul, bisikkan ke saya. Kalau ada di instansi, kementerian-kementerian yang perlu diperbaiki, yang perlu dibenahi, di sebelah mana? Di Direktorat Jenderal yang mana? Bisikin saya. Yang di daerah-daerah yang kira-kira memerlukan bantuan, memerlukan perbaikan juga tolong diinformasikan kepada saya,” ucap Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa mengawal perubahan-perubahan itu merupakan pekerjaan kita semua. “Saya yakin dengan kerja sama, dengan kerja keras dengan kerja-kerja nyata yang kita lakukan, saya yakin bangsa ini akan bergerak maju, menjadi bangsa pemenang,” kata Jokowi. (sak)