Jokowi Nggak Mau Ada Delay
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jokowi Nggak Mau Ada Delay

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo ingin dirinya menguasai betul lapangan dan kemajuan semua lapangan, terkait pembangunan proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) dan kereta cepat massa atau mass rapid transit (MRT) di Jakarta.

“Karena itu, saat menyampaikan laporan harus detil, dengan foto-foto yang lengkap, tidak sekadar hanya laporan,” kata Ahok kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau perkembangan pembangunan proyek LRT di Cibubur dan MRT di Stasiun Dukuh Atas, Jumat (30/9) pagi.

“Presiden dari dulu enggak mau teori-teorian ini, maunya kerja jelas, tuntas. Mending mana foto, kemajuannya mana. Pertanyaannya Presiden sederhana saja, kira-kira kalau besok, tahun depan sampai mana? Sekarang sampai mana, dari dulu sampai mana?” terang Ahok.

Jadi, lanjut Ahok, Presiden menyampaikan proyek ini mesti ditunggui, tidak boleh ada delay, dan tidak boleh ada kesalahan, karena ini proyek pertama. “Bayangin kita kota Jakarta juga bukan hanya enggak punya transportasi massal, kita juga enggak punya terowongan (tunnel) untuk pengolahan air limbah,” jelas Ahok.

Gubernur DKI itu sependapat dengan Jokowi bahwa perkembangan pembangunan LRT dan MRT sudah bagus, dan menurutnya Presiden juga puas dan senang. Ahok juga menegaskan, bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam kelanjutan pembangunan proyek LRT dan MRT itu.

Adapun menyangkut pembebasan lahan, menurut Ahok, pihaknya melakukan konsinyasi. Ia pun memastikan, pada 17 Oktober nanti akan ada penandatanganan kontrak pelaksanaan pekerjaan LRT itu.

Jokowi Optimistis MRT
Setelah meninjau proyek pembangunan kereta api ringan LRT Jakarta–Bogor–Depok–Bekasi (Jabodebek) di KM.13, Cibubur, Jakarta Timur, Jokowi meninjau perkembangan pembangunan proyek pembangunan kereta cepat massal atau MRT di Dukuh Atas, Jakarta. Menurut Presiden, Stasiun Dukuh Atas itu nanti akan dibangun tiga lantai. Ia menilai, tunnel (untuk terowongannya) sudah tembus.

“Saya kira progress-nya sangat bagus sekali, dan kalau boleh saya sampaikan insya Allah nanti 2019 yang dari selatan menuju ke Bundaran HI (Hotel Indonesia), dari Lebak Bulus menuju ke HI insya Allah sudah selesai,” katanya.

Panjang jalur yang dilalui MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI itu, menurut Jokowi, kurang lebih 15, 7 kilometer yang nantinya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit. “Sangat cepat sekali,” ujarnya.

Jokowi menegaskan, dirinya akan selalu mengikuti perkembangan proyek pembangunan MRT Jakarta itu, dan akan terus melihat di lapangan.

Adapun mengenai pembangunan proyek LRT yang telah dikunjunginya, Jokowi juga menilai, progress-nya sudah sangat cepat. Jokowi berharap nanti pada 2018 LRT sudah tersambung sampai Cawang.

Menurut Jokowi, pada Oktober ini, Gubernur DKI Jakarta akan menandatangani kontrak dan langsung dimulai pembangunan proyek LRT. Saat ini sudah pada posisi pembersihan, dalam posisi land clearing, yang artinya sudah dimulai.

“Saya kira sudah perkembangan seperti ini yang terus saya ikuti terus ke lapangan, sehingga jangan sampai kita pekerjaan-pekerjaan ini terlambat. Kalau terlambat ya saya harus tahu, kenapa? Apakah karena masalah pembiayaan (pendanaan) atau ada masalah teknis atau ada masalah pembebasan. Hal inilah saya kira yang akan terus saya lakukan,” tegas Jokowi.

Dirut PT Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, sejak dilakukan groundbreaking oleh Presiden Jokowi 9 September 2015 lalu, proyek pembangunan LRT telah memasuki pengerjaan struktur pada Lintas Pelayanan 1 Cawang–Cibubur (14,5 km) dan Lintas Pelayanan 3 Cawang–Bekasi Timur (18,5 km). Untuk Lintas Pelayanan 2 Cawang – Kuningan–Dukuh Atas (10,5 km) dalam tahap persiapan.

“Lintas Pelayanan 1 dan 3 sudah dalam tahap pengerjaan pondasi, pier, pier head, dan U-Shaped Girder. Sedangkan Lintas Pelayanan 2 memasuki tahapan detil desain dan koordinasi Dinas terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” jelas Budi.

Menurut Budi Harto, saat ini kemajuan pekerjaan konstruksi Lintas Pelayanan 1 mencapai kurang lebih 15 persen. Sedangkan untuk kemajuan pekerjaan Jalur Layang Lintas Pelayanan 3 kurang lebih mencapai 6 persen.

“Diperkirakan akhir 2018 lintasan pertama Cibubur-Cawang beroperasi. Kemudian kedua yakni lintasan Cawang-Bekasi Timur akhir 2019,” jelas Budi. Sesuai dengan rencana TOD (transit oriented development), menurut Budi, stasiun nantinya terkoneksi dengan gedung apartemen dan rusunawa. Paling penting nanti Bekasi Timur dilengkapi dengan Taman. (sak)