Jonan Puas Penanganan Mudik di Jatim
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Jonan Puas Penanganan Mudik di Jatim

Menhub Ignasius Jonan kembali melakukan sidak ke Jawa Timur terkait dengan arus balik Lebaran, Senin (11/7). Sidak yang dilakukan Jonan kali ini tidak hanya melihat dari dekat pelayanan arus balik dengan KAI. Melainkan juga layanan darat di terminal Purabaya Bungurasih dan kapal laut di Tanjung Perak Surabaya. Sidak menteri asal Surabaya kali ini didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo.

Kehadiran Jonan tentu disambut gembira oleh para penumpang. Baik yang melakukan mudik dengan kereta api, bus maupun kapal laut. Tidak hanya melihat dari dekat pelaksanaan arus balik, Jonan juga melakukan wawancara dengan sejumlah penumpang. Berbagai pertanyaan diajukan orang nomor satu di Kementerian Perhubungan tersebut. Mulai pembelian tiket, ada tidaknya calo serta pelayanan yang diberikan pada angkutan massal yang ditumpangi.

Hasil dari berbagai tanya-jawabnya, Jonan mengambil kesimpulan pelayanan tranportasi angkutan lebaran yang dilakukan di Jawa Timur dinilai cukup bagus. Bahkan, Jonan sempat memuji pelayanan angkutan lebaran yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dari tahun ke tahun, pelayanan tranportasi lebaran di Jawa Timur semakin lama semakin bagus. Jatim bisa dikatakan nomor satu. Baik infrakstruktur jalan dan penyelenggaraan mudik gratisnya,” kata mantan Dirut KAI tersebut usai sidak di pelabuhan Tanjung Perak pada wartawan.

Khusus untuk sidak dengan kapal laut, Jonan memasuki kapal Umsini yang akan berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak menuju Tanjung Priok, Jakarta. Dikatakan, arus tranportasi lebaran di Jawa Timur, relatif berjalan lancar. Artinya, upaya Pemprov dalam melayani masyarakat telah berjalan baik. Tentu hal ini bisa dijadikanpercontohan untuk provinsi lainnya di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan berkat infrastruktur jalan yang baik, kecelakaan di Jatim relatif turun. “erdasarkan evaluasi resmi Polri, kecelakaan di Jatim turun. Kalaupun ada kecelakaan disebabkan oleh kurang patuhnya berlalu lintas dan bukan di jalan arteri. Korbannya kebanyakan anak muda. Ini yang masih harus diperbaiki lagi,” tuturnya.

Sementara untuk pelaksanaan mudik gratis tahun ini, Pemprov Jatim bekerjasama dengan berbagai pihak telah memberangkatkan 750 bus dan berhasil mengangkut 65 ribu orang. Untuk kereta api berhasil mengangkut 120 ribu orang dan dengan kapal laut 90 ribu orang. Sehingga, totalnya ada sekitar 275 ribu orang yang telah terakomodasi sampai ke kota tujuan masing-masing. Begitu juga dengan arus baliknya. (sak/foto humas pemprov jtm)