Juara di London Dapat Penghargaan Tinggi
KOMUNITAS PERISTIWA

Juara di London Dapat Penghargaan Tinggi

Kemenangan shaum Ramadhan 1437 H/2016 M, sekaligus menjadi kemenangan Tim Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Driver’s World Championship 2016 di London, Inggris.

Selain mengaku merasa sangat bangga atas prestasi gemilang ini, Wakil Rektor UPI Bidang Akadamik dan Kemahasiswaan Prof Dr HR Asep Kadarohman MSi memberikan apresisasi yang setingg-tingginya kepada tim yang dipimpin manajer Amin Sobirin.

“Selain memberikan beasiswa, kita akan memberikan hadiah sesuai prestasi mereka yang gemilang. Namun bentuknya akan kita bicarakan dengan Rektor UPI beserta pimpinan universitas lainnya,” kata Prof Asep Kadarohman.

Menggambarkan tentang Tim Bumi Siliwangi ini, Prof Asep mengemukakan, mereka bukan hanya guru biasa, tetapi menjadi gurunya para insinyur. Mampu meraih juara di Shell Eco-Marathon Asia 2016 di Rizal Park Manila, Filipina, saja sudah luar biasa, apalagi kini Tim Bumi Siliwangi mengharumkan UPI sekaligus mengharumkan nama besar Indonesia di mata internasional.

“Mereka mencapai prestasi luar biasa, extraordinary. Kita perlu bersyukur, memenangi kompetisi di saat kita mau merayakan Idulfitri 1437 H. Ini merupakan kemenangan lahir sekaligus kemenangan spiritual,” ujar Prof Asep.

Saat menerima Tim Bumi Siliwangi, di Gedung Partere, Kampus UPI Jln Dr Setiabudhi Nomor 229 Bandung, medio Maret 2016 lalu, Prof Asep mengatakan, prestasi gemilang memberikan dampak positif dalam kehidupan. Ini pertanda bahwa, tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan, selama niatnya untuk kebaikan. Bila ada kesukaran bisa dikomunikasikan demi efektivitas dan efisiensi.

Manajer Tim Bumi Siliwangi Amin Sobirin ketika itu mengatakan,”Tim Bumi Siliwangi merupakan bagian dari UKM Komunitas Mahasiswa Penggemar Teknologi Otomotif (Kompetitif), terdiri atas 8 mahasiswa dan 2 pembimbing, yaitu Sriyono SPd dan Ridwan Adam Muhamad Noor SPd MPd.

Motivasi terbesar tim sebenarnya adalah ingin memberikan sebuah karya nyata dan bukti kepada masyarakat bahwa calon guru SMK mampu menciptakan karya layaknya insinyur dalam arti sesungguhnya. Mampu bersaing dengan tim dunia.

“Di sisi lain, kami menganggap bahwa kompetisi ini juga menjadi ajang pembuktian dalam menghadapi tantangan di masa depan, bahwa kita harus mampu mencari energi terbarukan yaitu dari listrik karena bahan bakar minyak dari fosil akan habis,” kata Amin Sobirin. (sak)

Comments are closed.