Jumlah Turis Asing di Bali Naik
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Jumlah Turis Asing di Bali Naik

Semester pertama 2016, kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tembus angka 2,3 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan 18,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015 lalu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Anak Gde Agung Yuniarta, wisman yang masuk masih dikuasai oleh Australia, disusul oleh Tiongkok di tempat kedua. ”Tiongkok sempat naik ke peringkat satu pada April 2016. Hal ini dipengaruhi karena saat Imlek, mereka banyak melakukan perjalanan,” ucap Agung di sela-sela acara Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Jurnalis di Bali, Rabu (3/8).

Peningkatan jumlah wisman asal Tiongkok, mendorong kebutuhan akan pramuwisata berbahasa mandarin, yaitu sekitar 4.000 orang. Itu sebabnya, Pemprov Bali melakukan perubahan terkait peraturan daerah (perda) standar pramuwisata.

”Saat ini kita membutuhkan banyak pramuwisata berbahasa mandarin yang juga mengerti tentang budaya Bali. Sehingga pramuwisata bisa menjelaskan secara detil terkait budaya Bali kepada wisman Tiongkok. Kami mengubah perda terkait standar pramuwisata, dari minimal pendidikan D3, kami turunkan menjadi SMA,” papar Agung.

Agung menambahkan, Pemprov Bali saat ini juga mendorong keberadaan lembaga sertifikasi dan perda terkait pariwisata budaya Bali. Hal tersebut dipercaya akan mampu mendongkrak kualitas pramuwisata di Bali yang saat ini ada sekitar lebih kurang 8.000 orang.

”Dari total pramuwisata yang ada di Bali, 90 persennya berasal dari Bali dan 10 persennya dari luar. Kita harapkan, jika pengembangan lembaga sertifikasi terkait pariwisata dan perda ini bisa dipraktekkan, maka akan ada peningkatan kualitas pramuwisata di Bali,” kata Agung.

Saat ini, perda terkait pariwisata budaya masih dibicarakan di kalangan akademis, tokoh masyarakat dan budayawan Bali. Bagaimana dengan program ”10 Bali Baru” yang dicanangkan pemerintah?

Agung mengambutnya terbuka. Pihaknya mengaku tidak takut Bali akan tersaingi. Bahkan, pihaknya akan dengan senang hati berbagi ilmu dengan wilayah lainnya. ”Saat ini Bali menyetor Rp 47 triliun ke devisa negara. Dan kami masih terus mengembangkan sektor wisata lainnya, seperti agrowisata, untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi Bali,” kata Agung. (sak)