Kabel Listrik Laku 5 Juta USD Juta
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Kabel Listrik Laku 5 Juta USD Juta

Penjualan kabel listrik bertegangan tinggi (hight voltage) terbilang fantastik. Perusahaan Indonesia dan Afrika Selatan sepakat menandatangi Memorandum of Understanding (Mou) senilai 5 juta USD.

MoU yang difasilitasi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg dilaksanakan di sela Pameran Trade Expo Indonesia ke-31 di Jakarta 12-16 Oktober 2016.

Penandatanganan MoU antara PT Kabel Metal Indonesia (KMI) Wire and Cable Tbk dan Wemco Trading and Investment (pty) ltd dari Afrika Selatan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Suprapto Martosoetomo.

“Kami menyambut baik penandatanganan MoU pembelian kabel high voltage oleh perusahaan Afrika Selatan tersebut. Pembelian dengan nilai yang cukup fantastik menunjukan perwakilan perdagangan Indonesia memiliki andil dan peran penting dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia,” jelas Suprapto, Jumat (14/10).

ITPC Johannesburg memfasilitasi sejumlah buyers dari pasar Afrika Selatan yang berminat membeli produk Indonesia. Selain kabel high voltage, produk Indonesia yang diminati antara lain makanan dan minuman, furnitur, manufaktur, kopi dan home decor.

Kepala ITPC Johannesburg Pontas Tobing menyatakan Afrika Selatan merupakan pasar non tradisional yang menarik. Ia mengaku mendapatkan mandat untuk mendatangkan sebanyak-banyaknya buyers. Kerja keras itu kini berhasil.

“Kami ditugaskan untuk menjaring sebanyak-banyaknya buyers dari negara akreditasi. Kami ikut aktif meningkatkan nilai produk ekspor Indonesia sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian,” jelas Pontas Tobing.

Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan periode Juli tahun 2016 tercatat surplus sebesar 275,65 juta USD, naik sebesar 1,51 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 yang tercatat sebesar 271,55 juta USD.

Nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan tercatat sebesar 429,58 juta USD dan impor Indonesia dari Afrika Selatan tercatat sebesar 153,92 juta USD pada periode tersebut. (sak)