Kampung Digital di Cirebon Diresmikan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Kampung Digital di Cirebon Diresmikan

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meresmikan sepuluh kampung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Digital di Kabupaten Cirebon, pekan lalu di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru, Cirebon.

Program kampung digital ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dengan PT Telkom Indonesia. Kesepuluh kampang digital itu adalah Batu Alam Dukupuntang, Meubelair Cikeduk, Gerabah Jamblang, Gincu Manunggal, Konveksi Perbutulan, Masterbu Suciayumajakuning, Rotan Galmantro, Sandal Kebarepan, Grosir Tegalgubug dan Winangun.

Nantinya, para pelaku usaha tersebut diberikan fasilitas untuk mempromosikan produk melalui layanan digital. Dalam sambutannya, Mendag menyebutkan UKM merupakan penopang ekonomi tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis guna memajukan UKM ini.

“Program ini akan membuat UKM lebih melek teknologi sehingga memudahkan pemasaran dan meningkatkan kualitas produksi di tengah persaingan global,” ujar mendag.

Ditambahkan, kepercayaan pembeli merupakan hal mutlak yang harus dijaga para produsen. Dengan kata lain, kemajuan usaha seseorang, sangat bergantung pada kualitas dan kejujuran.

“Kalau bisnis online ini sangat menjunjung kepercayaan. Sekali pembeli kecewa, maka pelaku usaha akan dilibas pelaku usaha lainnya. Semoga saja perkembangan UKM semakin baik dengan ditopang program PT Telkom ini,” tambahnya.

Sementara Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi menyambut baik adanya peresmian kampung digital ini. menurutnya, dengan program ini, maka akan memberikan keuntungan bagi para pelaku UKM. “Selain itu, gairah produk dan pemasaran para pelaku UKM di kampung tersebut dapat meningkat,” ujar bupati.

GM Telkom Cirebon Ir Teguh Irwandi mengatakan pelaku UKM sebagian besar memiliki permasalahan dalam pemasaran, permodalan, kompetensi dan juga logistic. Dengan hadirnya kampung digital, Telkom tentu akan membantu pemasaran melalui pelatihan yang bersifat digitalisasi.

“Telkom juga akan memberikan prioritas bantuan permodalan melalui CSR PT Telkom guna meningkatkan kompetensi dalam hal persaingan bisnis dan usaha UMKM. Kita juga bekerja sama dengan JNE yang diharapkan mampu menjadikan peluang mempermudah bisnis online yang dilakukan di kemudian hari,” kata Teguh seraya menambahkan bahwa 10 kampung digital ini termasuki 71 KPD yang telah dilaunching PT Telkom dalam rangka 71 Bakti Telkom untuk negeri. (sak)