Kebhinekaan Bentengi Indonesia dari Radikalisme dan Terorisme
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Kebhinekaan Bentengi Indonesia dari Radikalisme dan Terorisme

Bangsa Indonesia patut bersyukur karena saat ini masih aman dan nyaman meskipun ancaman faham radikalisme serta terorisme sudah menjadi isu global.

Keadaan ini tidak terlepas dari sikap kebhinekaan yang dimiliki bangsa dan menjadi khasanah pemersatu sebagai satu bangsa yaitu Indonesia dan ideologi Pancasila.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan dalam acara Hahal Bihalal, Pagelaran Wayang Kulit dan Dialog Interaktif bertema “Peran Media dalam Mencegah Faham Radikalisme dan Terorisme” di halaman Radio Republik Indonesia (RRI) Jl Pemuda Surabaya Sabtu (23/7) malam.

“Kita bersyukur bangsa Indonesia punya Pancasila dan sikap kebhinekaan, sehingga menjadi benteng dari faham radikalisme dan terorime ” tandas Gus Ipul.

Diuraikannya, permasalahan yang serius antara lain, narkoba menurut data ada 305 juta jiwa penduduk dunia kecanduaan narkoba, 2,2 persen ada di Indonesia atau setara 6,5 juta jiwa dan 700-800 jiwa ada di Jawa Timur yang terjangkit kecanduan narkoba. “Bahkan di Jombang telah ditemukan pil koplo sebanyak 6,800 butir pil koplo seharga 1,000 rupiah per butirnya,” ungkapnya.

Makanya dia berpesan agar semua orang harus bisa menjaga dari sasaran narkoba ini. Persoalan yang jadi sorotannya ialah kekerasan seksual terhadap anak dan kasus LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) juga bisa menjadi persoalan bangsa ini kedepan jika tidak menjadi perhatian bersama.

Kepala RRI Surabaya Dra Yuvita Tri Rejeki mengatakan RRI sebagai lembaga penyiaran publik merasa prihatin terhadap serangan terorisme. “Sebagai media massa, RRI ingin memberikan pencerahan dan sosialisasi hingga masyarakat sadar untuk tidak mengikutiaksi terorisme,” jelasnya.

Secara khusus Wagub Jatim memberikan aparesiasi terhadap penyelenggaraan acara off air dan juga on air ini, halal bihalal dan pagelaran wayang kulit RRI. “Wayang sebagai kearifan lokal bisa jadi media yang menyampaikan pesan, ditengah demam Pokemon Go,” selorohnya.

Gus Ipul juga memberikan masukan kepada manajemen RRI agar selalu melakukan inovasi dan kreativitas dalam setiap program siarannya, sehingga bisa bersaing dengan media televisi dan juga media on line serta maraknya media sosial saat ini yang menyasar semua usia.

Dalam pagelaran wayang kulit dengan judul Banjaran Gatotkoco dimainkan oleh tiga dalang yaitu, Ki Bayu Wiyan Wijaya (dalang cilik), Ki Dany, Ki Surono Gondo Taruno, dimeriahkan Cak Agus Kuprit dan Momon Cs.

Kepala RRI Surabaya Dra Yuvita Tri Rejeki mengatakan RRI sebagai lembaga penyiaran publik merasa prihatin terhadap serangan terorisme. “Sebagai media massa, RRI ingin memberikan pencerahan dan sosialisasi hingga masyarakat sadar untuk tidak mengikutiaksi terorisme,” jelasnya. (sak)