Kebun Binatang Surabaya Ganti Nahkoda
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Kebun Binatang Surabaya Ganti Nahkoda

Walikota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya memilih Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS-KBS) yang baru, Chairul Anwar untuk menggantikan Aschta Nita Boestami Tajudin.

Keputusan itu tidak dilakukan serta merta begitu saja. Melainkan melalui serangkaian tes dan wawancara yang dilakukan tim yang terdiri dari Pemkot Surabaya dan independen.

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya pada 4-5 Oktober itu dilakukan oleh Prof Dr Djoko Mursito, Doddi Madya, Kresnayana Yahya dan Don Rosano.

Hasilnya, Chairul Anwar mengungguli Aschta Nita Boestami Tajudin yang kini menjabat Plt Dirut KBS. Chairul yang mantan Direktur Utama PDAM Kabupaten Pasuruan unggul dengan nilai 1180. Sedangkan Aschta meraih nilai 900.

“Jadi pengangkatan itu tidak karena diganti begitu saja. Melainkan melalui serangkaian penilaian oleh tim independen dan berkompenten,” kata Walikota Risma pada wartawan, Jumat (7/10).

Salah satu materi tes yang disampaikan tim tidak lain juga terdapat rekam jejak calon Dirut dan wawancara. Diantaranya, alasan mengapa harus melamar menjadi Dirut KBS yang ada di Pemkot Surabaya. Juga apa alasannya dan kenapa sampai keluar dari pekerjaan lamanya. Visi dan Misi untuk pengelolaan KBS ke depan juga ditanyakan secara detil dan rinci.

Setelah memutuskan Chairul Anwar, walikota berencana melakukan pelantikan dalam waktu dekat. “Kalau bisa ya bulan ini juga,” tegas Risma.

Alasannya, agar kebijakan urgen dan strategis bisa segera diambil Dirut yang baru. Sedangkan untuk Ascha Nita Boestami Tajudin akan dikembalikan pada posisinya semula. Sebagai Direktur Operaisonal PDTS Kebun Binatang Surabaya.

Untuk diketahui KBS merupakan salah satu sarana hiburan yang dimiliki Pemkot Surabaya. Selain dijadikan sarana wisata dan hiburan, KBS yang merupakan peninggalan pecinta binatang zaman Belanda diharapkan jadi wahana pendidikan. Khususnya bagi anak-anak dan pelajar. Untuk keperluan itulah, setiap tahunnya Pemkot menganggarkan dana sebesar Rp 51 miliar.

Revitalisasi, Gandeng Kejaksaan
KBS kini tengah bersiap melakukan revitalisasi untuk peremajaan perwajahan KBS. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai Jaksa Pengacara Negara digandeng untuk mengumumkan jangka waktu dua pekan klaim kepada siapapun pihak yang merasa masih mempunyai hak atas aset non tanah dan non satwa yang saat ini berada di lingkup Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (TSKBS).

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi didampingi Aschta menyampaikan pemberian deadline kepada pihak pengklaim tersebut, merupakan legal opini dari pihaknya terkait langkah awal program revitalisasi yang bakal dilakukan manajemen PD TSKBS.

“Setelah jangka waktu yang diberikan berakhir, yaitu 21 Oktober 2016 mendatang tidak ada pihak yang mengklaim dan mempermasalahkan hak tersebut, kita akan mempersilahkan manajemen bisa memulai realisasi revitalisasi yang direncanakan sebelumnya,” terang Didik.

Aschta menambahkan, tujuan revitalisasi yang dilakukan pihaknya untuk peremajaan perwajahan KBS. “Sesuai rencana, revitalisasi bakal membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 tahun,” bebernya.

Lamanya waktu yang ditempuh, menurut Aschta, disebabkan karena luas dan banyaknya spesies yang ada di KBS. “Luas KBS sekitar 15 hektar yang menampung 2.200 satwa, tidak mungkin kita merevitalisasi satu zona secara bersamaan. Salah satunya proses pemindahan satwa carnivora yang membutuhkan proses khusus,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan revitalisasi sudah diappraisal lembaga independen. Sedangkan, beberapa proses hukum yang sedang berjalan, Astcha memastikan tidak mempengaruhi rencana revitalisasi. Astcha mengakui saat ini masih ada 4 proses hukum yang berjalan. (sak)