Kebun Gandum di Tosari Jadi Spot Foto Keren
JALAN-JALAN PERISTIWA

Kebun Gandum di Tosari Jadi Spot Foto Keren

Kabupaten Pasuruan ternyata menyimpan pesona indah untuk dijadikan spot foto selfie yang sangat keren. Spot itu berada di Desa Ngadiwono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, tepatnya berada di lahan gandum yang terhampar luas di tanah 4 hektar itu.

Di lahan itu, ada tanaman gandum yang masih muda dan ada pula yang sudah tua, sehingga menambah keindahan lahan yang sangat alami itu. Spot itu semakin indah di tengah kabut dan tanaman hijau yang beraneka ragam.

Manager Pusat Pengembangan dan pembenihan Kentang di Desa Ngadiwono Tosari, Yuli Sungkowo, mengatakan awalnya dia punya keinginan untuk membuat kebun kentang, sehingga dia berinisiatif mengikuti pelatihan di Perth Australia. Pada saat mengikuti pelatihan itu, dia mengambil benih gandum dan lolos di Bandara, sehingga dia mencoba menanam gandum itu di kawasan Tosari.

“Saya penasaran, karena berdasarkan penelitian, gandum tidak bisa di tanam di Indonesia,” kata Sungkowo ditemui di tengah lahan gandum luas itu, Sabtu, (6/8).

Penasaran itulah yang membuat Sungkowo sukses, benih itu ternyata tumbuh dan berhasil dipanen. Hasil panen gandum itu kemudian dicek oleh salah satu laboratorium dan ternyata memenuhi standar. “Saya juga meneliti tanah di Tosari ini, dan ternyata kadar keasaman dan suhunya hampir sama dengan yang ada di Australia, sehingga saya tambah semangat menanam gandum itu,” kata dia.

Selain itu, ternyata Sungkowo memiliki maksud lain menanam gandum, yakni ingin membuat kebun gandum yang bisa dijadikan spot untuk foto prewedding para pasangan yang ingin menikah. “Sebenarnya keinginan saya yang lain adalah untuk prewedding, tidak muluk-muluk,” ujarnya sambil tersenyum.

Proses penanaman itu terus berlanjut, sehingga dia meneruskan usaha itu hingga saat ini. Tak ayal, dia sekaran sering disebut pioner pengembangan tanaman gandum dan kentang. Bahkan, saat ini dia mengaku selalu mensuplay gandum ke salah satu perusahaan tepung terkenal di Indonesia. “Saat ini sudah berhasil memproduksi sebanyak 4 ton per hektar,” kata dia.

Keberhasilannya menanam gandum itu akhirnya dia mendapatkan sertifikasi dari pemerintah. Ia pun merasa malu apabila berhenti menanam gandum, karena dia sangat diakui menjadi pelopor penanaman gandum di Indonesia. “Jadi, kalau saya berhenti, khawatir diikuti oleh daerah lain,” pungkasnya. (ist)