Kelas Internasional Jiwasraya di UP
KOMUNITAS PERISTIWA

Kelas Internasional Jiwasraya di UP

Asuransi Jiwasraya sebagai perusahaan tentunya memilki program kerja baik yang terkait dengan bisnis asuransi maupun program Corporate Social Responsibility (CSR), diantara sekian banyak kegiatan CSR tersebut Jiwasraya berkesempatan melaksanakan program bedah Kelas Internasional yang bekerjasama dengan Univesitas Pancasila (UP).

Dengan terselenggaranya program ini membuktikan komitmen Jiwasraya membangun SDM bangsa tidak hanya di bidang asuransi tapi juga mendukung program pendidikan berkelanjutan yang akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sedangkan bagi UP yang telah menyelenggarakan program kelas internasional di tahun ketiga ini, dengan diresmikannya kelas internasional menjadi jawaban atas tantangan yang diemban civitas UP untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang makin dinamis dan ditengah serbuan SDM asing dalam rangka MEA.

Peresmian Kelas Internasional Jiwasraya dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UP, Jl Lenteng Agung, Jagakarsa Jakarta Selatan, dihadiri Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim yang didampingi Direksi dan Pejabat Jiwasraya.

Juga hadir Rektor UP Wahono Sumaryono, Ketua Pembina Yayasan UP Siswono Yudo Husodo, Guru Besar UP Awaluddin Jamil, Ketua Ikatan Alumn Achsanul Qosasi, Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UP Sri Widyastuti, Direktur Utama Askrindo dan CEO BNI Jakarta BSD

Hendrisman Rahim mengungkapkan tantangan dunia pendidikan makin besar. Dengan bergulirnya MEA merupakan tantangan sekaligus kesempatan lembaga pendidikan meningkatkan kualitas pendidikan dari seluruh aspek baik sarana dan prasarana, kualitas sumber daya dan literatur yang pergunakan. Sehingga nantinya sumber daya Indonesia dapat bersaing dengan sumber daya asing.

Hendrisman juga menjelaskan tingginya kebutuhan SDM di industri asuransi dalam kaitannya dengan penyediaan SDM yang berkualitas yang berkompeten dan profesional, untuk itu dia menghimbau dukungan dari lembaga pendidikan seperti UP agar dapat memberikan literasi pendidikan asuransi kepada mahasiswa.

Hal tersebut sejalan dengan program regulator untuk mengisi kebutuhan 1.000 tenaga aktuaris, dengan sinergi yang baik antara lembaga pendidikan dan penyelenggara usaha industri asuransi bukan tidak mungkin kebutuhan 1000 aktuaris dapat terwujud. (sak)