Kembalikan Benda Jatuh Milik Amerika
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Kembalikan Benda Jatuh Milik Amerika

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyerahkan benda antariksa yang jatuh beberapa waktu lalau di Pulau Madura kepada pemiliknya, Space Exploration Technologies Coorporation (SpaceX).

Penyerahkann dilakukan Jumat (7/10) disaksikan sejumlah media yang diundang, oleh Kepala LAPAN Prof Dr Thomas Djamaluddin kepada Director Commercial Sales SpaceX Ryan Wiltshire. Pihak SpaceX menginginkan seluruh benda yang jatuh pada 26 September 2016 tersebut dibawa kembali ke Amerika.

Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa benda jatuh antariksa ini merupakan benda jatuh ke-4 di Indonesia yang sudah terindentifikasi, dan sebagian dikoleksi LAPAN.

Benda jatuh pertama 1981 berupa tabung bahan bakar roket milik Rusia yang jatuh di Gorontalo. Tahun 1988 objek serupa, yaitu tabung bahan bakar roket milik Rusia jatuh di Lampung.

Kemudian tahun 2003 jatuhnya pecahan roket RFX. Baru saja, tanggal 26 September 2016, ditemukan tiga tangki yang merupakan Composite Overwrapped Pressurized dan satu terminal panel listrik yang merupakan bagian dari bekas Roket Falcon 9 milik Amerika Serikat.

Benda tersebut jatuh di tiga titik jatuh di daerah Pulau Giliraja dan satu titik jatuh di Pulau Giligenteng. Benda- benda tersebut jatuh di darat dan tidak ada korban dalam kejadian ini.

Sampai saat ini, LAPAN hanya mampu mendeteksi lintasan jatuhnya benda tersebut, sementara titik jatuhnya tidak dapat di ketahui secara tepat. “Jadi prediksi untuk benda jatuh ini tidak dapat diantisipasi,” katanya.

Setelah bagian dari roket tersebut jatuh, pihak SpaceX segera menghubungi LAPAN. Peneliti LAPAN, Rorom yang pada saat itu melakukan identifikasi di lokasi jatuh benda tersebut menjelaskan, kejadian ini merupakan kejadian yang biasa dan kebetulan jatuh di Indonesia.

Benda tersebut tidak membahayakan karena tidak mengandung radio aktif dan juga bahan bakar berbahaya lainnya.

Hal ini sudah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi oleh pihak Otoritas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang juga hadir melakukan identifikasi di lokasi kejatuhan benda tersebut. (sak)