Kemenpora Modali 63 Wirausaha Muda
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Kemenpora Modali 63 Wirausaha Muda

Mendukung pengembangan wirausaha muda, Kemenpora melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pemberian bantuan Wirausaha Pemuda Perorangan kepada 63 orang wirausahaan.

Kepala Bidang Akses Permodalan pada Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Ahmad Arsani menyampaikan pemberian bantuan permodalan wirausaha ini merupakan amanat dari UU No 40 Thn 2009 tentang Kepemudaan, dan PP No 41 Thn 2011 tentang Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda Serta Penyediaan Prasarana dan sarana Kepemudaan.

“Dalam UU dan PP No 41 Thn 2011 ini, pemerintah mempunyai kewajiban melakukan pengembangan kewirausahaan pemuda sesuai minat, bakat, potensi pemuda, potensi daerah, dan arah pembangunan nasional. Sebagai salah satu usaha pengembangan kewirausahaan ini adalah pemerintah memberi bantuan akses permodalan kepada para wirausaha,” ujar Ahmad Arsani di Jakarta, Selasa (13/9) pagi.

Di tahun 2016, Asdep Kewirausahaan Pemuda menyalurkan bantuan permodalan pada wirausaha muda perorangan dan kelompok. Jumlah bantuan wirausaha perorangan berjumlah Rp 25 juta, sedangkan kelompok diberikan bantuan modal Rp 150 juta.

“Penerima bantuan yang mendatangani perjanjian hari ini telah melalui seleksi panjang, calon penerima bantuan sebelumnya diminta mengajukan proposal usaha. Ada macam-macam proposal yang diajukan, diantaranya kuliner, sembako, peternakan, industri makanan ringan, jasa wisata, dan usaha lainya, ” ujar Arsani.

Arsani menyampaikan untuk mencapai hasil tepat dan maksimal dari pemberian bantuan modal wirausaha ini, Kemenpora akan melakukan monitoring terhadap penggunaan uang yang diberikan.

“Bantuan yang diberikan memang lepas, tapi penggunaan uang tersebut, para penerima bantuan wajib sesuai proposal yang diajukan, dan wajib memberikan laporan terhadap perkembangan usaha mereka,” lanjutnya.

Plt Inspektur Kemenpora Dany Armin dalam arahannya menyampaikan bantuan yang diberikan agar dipergunakan sebaik-baiknya. Uang yang ditransfer bukanlah cuma-cuma. “Kalian semua adalah anak-anak muda yang telah dipilih karena diyakini mampu memanfaatkan uang pemerintah untuk membantu pemerintah membangun perekonomian negara ini,” ujar Dany.

Diharapkan dengan bantuan ini kalian dapat mengembangkan usaha dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran, tambahnya.

“Setiap pengeluaran keuangan negara harus bisa dipertanggungjawabkan. Jadi kepada kalian yang menerima bantuan agar menyimpan semua bukti-bukti pembayaran yang dilakukan, membayar pajak dan melaporkan penggunaan uang tersebut, karena nantinya akan dilakukan audit terhadap bantuan ini,” tegas Dany. (sak)