Kemensos Bantu Pengungsi Srilanka
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Kemensos Bantu Pengungsi Srilanka

Ada sekitar 44 orang imigran dari Srilanka terkatung-katung di atas kapal di Pantai Kapuk Lhoknga, Aceh Besar. Kapal berbendera India dengan tujuan Pulau Natal (Australia) itu terdampar 300 meter dari bibir pantai dikarenakan kerusakan mesin, sejak 12 Juni.

44 penumpang kapal terdiri dari 20 orang laki-laki dan 15 orang perempuan serta sembilan anak-anak. Semua pengungsi tetap berada di kapal karena mereka tidak diijinkan turun dari kapal oleh otoritas imigrasi Banda Aceh.

Selama kapal dalam perbaikan teknisi yang diturunkan Imigrasi Banda Aceh, Dinas Sosial Provinsi Aceh menugaskan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) menyiapkan dapur umum untuk para pengungsi etnis Tamil.

TAGANA menyiapkan makanan tiga kali sehari. Dinas Sosial Provinsi Aceh juga menyediakan family kids, kids ware, air mineral dan terpal untuk mengganti terpal kapal yang telah sobek. Dumlap menyiapkan makanan untuk pagi dan sore hari untuk pengungsi dan kru dilapangan.

Pekan lalu dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Gubernur Aceh dan Kapolda Aceh kepada perwakilan pengungsi. Bantuan yang berikan berupa logistik permakanan selama mereka pulang ke kampung halaman mereka.

Selain bantuan logistik permakanan, sesuai perintah Wapres, juga diberikan bahan bakar minyak. Setelah kapal pengungsi bisa digunakan, KRI Banda Aceh akan mengawal kapal tersebut sampai laut lepas internasional, hal ini untuk mengantisipasi nahkoda kapal Srilanka merusak kembali kapalnya kembali masuk ke kawasan perairan Indonesia.

Pada 12 Juni lalu, kapal tersebut sudah digiring kembali ke perairan namun malam harinya kembali lagi dengan cara sang nahkoda merusak mesin kapalnya sehingga terdampar. Kapal berbendera India itu bernama AAQHAG itu dengan nomor registrasi TN-1-FV-00455.09, yang menurut wartawan BBC India, mengisyaratkan bahwa kapal berasal dari daerah Tamil Nadu India. (sak)