Kiprah Bahasa Indonesia di Paman Sam
KOMUNITAS PERISTIWA

Kiprah Bahasa Indonesia di Paman Sam

Student Lounge Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dipadati puluhan Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Inggris (MPBI). Mereka tak sabar mengikuti kuliah tamu dan mendengarkan berbagai pengalaman seorang dosen yang mengajarkan Bahasa Indonesia (BI) di University of California, Los Angeles (UCLA).

Juliana Wijaya PhD, hadir sebagai pembicara dan didampingi moderator Prof Anita Lie EdD selaku Direktur Program Pascasarjana UKWMS, demikian seperti dikutip Humas UKWMS, Selasa (30/8).

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional Negara Indonesia berpuluh tahun lalu di Nusantara, tepatnya 28 Oktober 1928. Kini BI digunakan berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Tak hanya digunakan masyarakat Indonesia sendiri, BI telah berkiprah hingga ke mancanegara, salah satunya di negeri Paman Sam alias Amerika Serikat. Ternyata cukup banyak orang yang tertarik belajar BI di negeri Paman Sam yang serba berbahasa Inggris.

Juliana berbagi ilmu kepada para peserta MPBI bagaimana cara mengajarkan BI pada mahasiswa yang berasal dari berbagai negara seperti Korea, Malaysia, Australia dan Amerika itu sendiri. Juliana berasal dari latar belakang Ilmu Bahasa dan mulai mengajarkan BI sejak 2005 silam, merupakan suatu hal yang menantang bagi dirinya saat itu.

Ketika mengajarkan BI, agar lebih sesuai Juliana mempelajari disiplin ilmu yang dimiliki mahasiswa tersebut karena mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti Arsitek, Ekonomi, Agama, Budaya, Geografi, dan sebagainya.

Namun Juliana juga menekankan untuk mengajarkan tentang bahasa itu sendiri, bukan mengenai displin ilmu lain secara mendalam. Ia mengungkapkan, saat mengajar ia hanya mengambil topik bahasan secara umum saja.

“Misalnya ketika saya mengambil topik tentang arsitektur, maka yang saya ajarkan adalah seperti bagaimana membangun bangunan di Bali, atau mengapa tidak boleh membangun gedung yang sangat tinggi di Bali,” katanya.

Dalam kelas BI, Juliana menuturkan bahwa terdapat 4 tingkatan dalam mempelajari BI, dimulai Beginning level, Intermediate, Advanced, Advanced High-Superior. Pada tingkatan beginning, mahasiswa diajarkan membuat kata–kata sederhana, dan gabungan kata yang meliputi nama hari, tanggal, waktu, nama tempat, nama transportasi.

Meskipun terlihat mudah pada tingkatan beginning namun Juliana mengajarkan sesuai konteksnya, ia mengungkapkan bahwa “Ketika mengajarkan saya tidak memilih kata–kata yang berhubungan dengan cerita anak–anak, karena hal tersebut sangat tidak relevan, tetapi saya memilih yang membuat mahasiswa sangat tertarik, seperti mempelajari Pulau Jawa,” papar Juliana.

Kemudian pada tingkatan Intermediate, mahasiswa diajarkan membuat kalimat sederhana, dan paragraf sederhana yang meliputi deskripsi aktivitas, rencana liburan.

Kemudian di tingkatan Advanced, diajarkan membuat gabungan antar paragraf meliputi deskripsi tempat–tempat menarik di Indonesia, seperti museum, pasar, jembatan, hingga memberikan rekomendasi tempat perjalanan menarik.

Dan yang terakhir adalah tingkatan Advanced High-Superior, yang merupakan tingkatan paling susah. Mahasiswa diajarkan membuat rangkaian paragraf, mendiskusikan topik menggunakan BI, debat dan berpendapat.

Dalam perjalanannya mengajar mahasiswa, Ia berharap dapat terus mendorong mahasiswa UCLA tertarik dan antusias belajar BI. Sehinnga ketika berada di Indonesia dapat berbicara dengan lancar, dan tidak kebingungan berbahasa Indonesia. “Banyak dari mereka yang ingin belajar BI karena hal penelitian, Indonesia sangat kaya topik untuk penelitian, alamnya indah dan budayanya kaya,” ujar Juliana. (sak)